Kompas.com - 03/07/2016, 10:01 WIB
Asisten Manajer Manchester United, Ryan Giggs, memantau sesi pemanasan para pemain jelang laga Liga Europa kontra Midtjylland, di Stadion Old Trafford, 25 Februari 2016. OLI SCARFF/AFPAsisten Manajer Manchester United, Ryan Giggs, memantau sesi pemanasan para pemain jelang laga Liga Europa kontra Midtjylland, di Stadion Old Trafford, 25 Februari 2016.
|
EditorJalu Wisnu Wirajati

MANCHESTER, KOMPAS.com - Setelah membela Manchester United sebagai pemain dan pelatih selama 29 tahun, Ryan Giggs mengumumkan kepergiannya. Giggs pun menuliskan surat terbuka kepada kubu Setan Merah soal keputusannya itu, pada Sabtu (2/7/2016).

Giggs meninggalkan Manchester United setelah klub menunjuk Jose Mourinho sebagai manajer baru menggantikan Louis van Gaal. Soal asisten pelatih, Mourinho punya preferensi pada sosok Rui Faria yang menjadi asistennya di beberapa klub.

Asisten manajer Van Gaal pada musim lalu itu pun mengucapkan salam perpisahan kepada suporter Manchester United. Berikut adalah petikan dari surat terbuka Giggs yang dilansir dari situs resmi klub. 

Setelah 29 musim di Manchester United sebagai pemain dan asisten manajer, saya tahu bahwa klub ini punya mentalitas juara, memberikan kesempatan pemain muda, bermain menyerang, dan memainkan sepak bola menarik. Itu telah berada di dalam DNA klub ini.

Sangat baik untuk selalu memiliki harapan yang tinggi dan berharap meraih kemenangan adalah sebuah hak. Manchester United layak untuk memilikinya, tanpa pengecualian.

Inilah sebabnya keputusan untuk meninggalkan dari klub yang telah saya bela sejak usia 14 tahun ini adalah sebuah keputusan yang sangat besar.

Bukan sebuah keputusan yang mudah untuk saya ambil. Saya akan membawa begitu banyak kenangan spesial serta pengalaman seumur hidup yang saya harap dapat bermanfaat pada masa yang akan datang.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Saya berpikir ini adalah saat yang tepat bagi saya untuk melakukannya, meskipun saya tidak memiliki rencana dalam waktu dekat untuk terjun ke dunia manajerial. Saya hanya ingin melakukannya.

Saya sudah sangat beruntung memiliki dua mentor manajer yang besar. Pertama ada pada diri Sir Alex (Ferguson) di mana saya telah menghabiskan sebagian besar hidup untuk bekerja dan belajar darinya.

Saya pun percaya bahwa ia akan tetap menjadi manajer terbesar yang pernah ada di dunia sepak bola.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Sumber JUARA
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.