Catatan Sepak Bola: Taktik Kejut Italia Terbukti Berbahaya

Kompas.com - 01/07/2016, 10:39 WIB
Striker timnas Italia, Graziano Pelle, merayakan keberhasilannya mencetak gol ke gawang Belgia pada Piala Eropa 2016, Senin (13/6/2016). JEFF PACHOUD/AFP/Striker timnas Italia, Graziano Pelle, merayakan keberhasilannya mencetak gol ke gawang Belgia pada Piala Eropa 2016, Senin (13/6/2016).
EditorJalu Wisnu Wirajati

Penulis Franz Beckenbauer, mantan kapten tim nasional Jerman saat menjadi juara Eropa dan dunia pada 1972 dan 1974 dan Presiden Kehormatan Bayern Muenchen.

KOMPAS.com - Ada yang ingin saya katakan sebelum membahas Piala Eropa Perancis 2016: saya menyesalkan kabar soal Lionel Messi yang tak akan lagi bermain untuk tim Argentina. Penjelasan saya tentang hal ini adalah tidak bisa begitu saja berhenti bermain untuk tim nasional pada usia 29 tahun.

Ini tentu memalukan. Penggemar juga tak akan lagi menyaksikan Messi membela Argentina meski kehadirannya selama ini belum banyak berkontribusi untuk meraih gelar juara.

Berbicara tentang Piala Eropa, sesuatu berjalan tidak sesuai harapan saya. Kami, tim Jerman yang banyak dipuji, harus bertemu Italia di perempat final, Sabtu (2/7/2016). Kami tak pernah beruntung melawan ”Azzurri” di kejuaraan besar.

Empat tahun lalu, di semifinal Piala Eropa Polandia-Ukraina 2012, kami kalah 1-2. Kiper Oliver Kahn mengatakan waktu itu, ”Anda bisa kalah dari Italia tanpa merasakan itu (telah dikalahkan).”

Itu pula yang terjadi pada laga 16 besar Italia versus Spanyol yang dimenangi Azzurri 2-0. Spanyol, yang pada final 2012 menundukkan Italia dengan empat gol tanpa balas, seolah tak merasakan sedang dikalahkan tim asuhan Antonio Conte.

Bek tangguh Giorgio Chiellini mengejutkan tim ”Matador” dengan gol cepat untuk memimpin 1-0. Dengan berbagai strateginya, Conte membuat Pelatih Spanyol Vicente del Bosque terkejut dengan serangan Italia.

Sejumlah pemain yang sebelumnya bermain bertahan tiba-tiba menjadi penyerang. Dan, saya terkagum-kagum, bahwa Italia, sebagai tim dengan banyak pemain senior (rata-rata berusia di atas 31 tahun), mampu mengimbangi Spanyol hingga akhir laga. Bahkan, mereka memperbesar keunggulan menjadi 2-0 melalui gol Graziano Pelle di menit-menit akhir.

PHILIPPE LOPEZ/AFP Bek Italia, Giorgio Chiellini (tengah), melakukan selebrasi usai membobol gawang Spanyol, dalam laga babak 16 besar Piala Eropa 2016 di Parc des Princes, Paris, Senin (27/6/2016).

Halaman:
Baca tentang


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X