Pesan WhatsApp Maradona Bocor, Sindir Tim Tango Era Martino

Kompas.com - 01/07/2016, 07:20 WIB
Bek Jerman, Andreas Brehme, bersama playmaker Argentina, Diego Maradona, saat final Piala Dunia 1990 di Italia. Jerman menang 1-0 berkat gol penalti Brehme. FIFABek Jerman, Andreas Brehme, bersama playmaker Argentina, Diego Maradona, saat final Piala Dunia 1990 di Italia. Jerman menang 1-0 berkat gol penalti Brehme.
|
EditorEris Eka Jaya

KOMPAS.com — Pesan audio aplikasi WhatsApp dari legenda sepak bola Argentina, Diego Maradona, terkait performa Tim Tango bocor ke media.

Dalam pesannya itu, dia menyatakan kepada rekan-rekannya di tim Argentina angkatan juara Piala Dunia 1986 bahwa mereka masih lebih hebat daripada pasukan Gerardo "Tata" Martino, pelatih Argentina pada Copa America 2016.

Ia menyindir pasukan Tim Tango asuhan Tata Martino yang kalah melawan kekuatan sepak bola regional, seperti Cile, sementara tim 1986 mengalahkan Jerman Barat dengan skor 3-2 di final Piala Dunia 1986.

Ketika itu, Jerman diperkuat nama-nama besar, seperti Lothar Matthaeus, Karl-Heinz Rummenigge, Andreas Brehme, dan dilatih sang legenda, Franz Beckenbauer.

"Saat itu, kami tidak bermain untuk melawan Cile. Kami beraksi dan mengalahkan Jerman," ujar pria berusia 55 tahun itu.

"Anda tahu apa yang saya maksud tentang perbedaan antara satu tim dan tim lainnya?" tuturnya lagi.

Sementara itu, terkait keputusan bintang Argentina, Lionel Messi, yang memutuskan pensiun dari Tim Tango usai kekalahan di final Copa America Centenario, Minggu (26/6/2016), Maradona coba menenangkan suasana.

"Saya melihat Messi sebagai pemenang. Mari kita biarkan Messi menjalani liburannya," kata Maradona dalam sebuah wawancara dengan radio La Red, Kamis (30/6/2016).

"Mulai sekarang kita harus membangun ide dengan kompak dan jika Messi mengatakan, 'Saya tidak ingin bermain lagi', kita harus tetap mendukung pemain lainnya," ucapnya lagi.

Secara individual, Messi bisa dibilang lebih unggul dari Maradona. Hal ini terbukti dengan catatan 55 gol dari 113 pertandingan yang dibukukan La Pulga, julukan Messi.

Dia menjadi pencetak gol terbanyak La Albiceleste sepanjang masa, sementara Maradona berada di urutan keempat (34 gol) di bawah Gabriel Batistuta (54) dan Hernan Crespo (35).

Sayang, Messi belum mampu mengantarkan Argentina kembali menjadi kampiun di turnamen besar setelah sempat membawa Tim Tango meraih medali emas Olimpiade 2008. (Septian Tambunan)

Juara Bintang Piala Eropa 2016, Xherdan Shaqiri



Sumber JUARA
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X