Kompas.com - 21/06/2016, 21:02 WIB
Gerard Pique merayakan gol kedua Barcelona ke gawang Athletic Bilbao pada perempat final Copa del Rey, Rabu (27/1/2016). LLUIS GENE/AFPGerard Pique merayakan gol kedua Barcelona ke gawang Athletic Bilbao pada perempat final Copa del Rey, Rabu (27/1/2016).
EditorAloysius Gonsaga AE

KOMPAS.com - Bek tengah tim nasional Spanyol, Gerard Pique, merasa yakin pertahanan bisa menjadi kunci negaranya meraih gelar Piala Eropa 2016. Pemain FC Barcelona ini pun berharap La Furia Roja, julukan Spanyol, bisa terus menjaga clean sheet.

Spanyol akan menghadapi Kroasia pada laga terakhir penyisihan Grup D di Bordeux pada Selasa (21/6/2016). Sang juara bertahan sudah memastikan diri lolos ke babak 16 besar, tetapi hasil pertandingan ini ikut memengaruhi posisi Pique dan kawan-kawan pada klasemen akhir. Jika kalah, maka Kroasia akan menggeser Spanyol, yang menang atas Ceko dan Turki pada laga sebelumnya, dari puncak.

"Jelas bahwa kami merupakan tim yang sangat menyerang tetapi kami juga sangat terorganisir di sektor belakang. Dengan para pemain seperti Sergio Ramos dan Sergio Busquets, begitu juga penjaga gawang," ujar Pique dalam jumpa pers.

"Sebelumnya kami memiliki penjaga gawang Iker Casillas dan sekarang David de Gea. Mereka pada dasarnya merupakan pilar kami untuk memperlihatkan level pertahanan dalam beberapa kejuaraan terakhir, kecuali pada Piala Dunia 2014."

Memang, Spanyol tampil sangat impresif dengan menjuarai Piala Dunia 2010 serta Piala Eropa 2008 dan 2012. Sayang, pada Piala Dunia 2014 di Brasil, La Furia Roja bermain sangat buruk sehingga langsung tersingkir pada fase grup.

Nah, pada Piala Eropa 2016 di Prancis ini, Spanyol kembali memperlihatkan performa yang menjanjikan karena sudah mendulang empat gol dan belum kebobolan. Mereka pun terus menjaga asa mencetak hat-trick juara Piala Eropa.

Menjelang pertandingan melawan Kroasia, Pique berharap para pendukung lawan tidak mengulangi kejadian saat melawan Ceko. Kala itu, fans Kroasia melempar cerawat ke dalam lapangan, yang memaksa laga sempat terhenti. Padahal saat itu Kroasia tengah memimpin 2-1, sebelum Ceko menambah satu gol lewat penalti saat injury time.

"Kami memahami bahwa sepak bola merupakan tontonan bagi para penggemar dan kami tidak bisa menerima kekerasan seperti itu," ujar mantan pemain Manchester United tersebut.

"Saya berharap mereka menghormati permainan, para pemain dan semua suporter yang datang untuk menyaksikan dan menikmati sepak bola."

"Anda harus memikirkan tentang keluarga dan anak-anak, sehingga insiden tidak bolah terulang lagi."

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

3 Sejarah di Balik Keberhasilan Real Madrid Raih Gelar Juara Piala Super Spanyol

3 Sejarah di Balik Keberhasilan Real Madrid Raih Gelar Juara Piala Super Spanyol

Liga Spanyol
Apa Itu The Best FIFA Football Awards?

Apa Itu The Best FIFA Football Awards?

Sports
Hasil dan Klasemen Liga Italia: Nani Cetak Assist Kilat, Tren Kemenangan Inter Terhenti

Hasil dan Klasemen Liga Italia: Nani Cetak Assist Kilat, Tren Kemenangan Inter Terhenti

Liga Italia
Timnas Indonesia Berpotensi Lawan Timor Leste dalam 2 Laga FIFA Matchday di Bali

Timnas Indonesia Berpotensi Lawan Timor Leste dalam 2 Laga FIFA Matchday di Bali

Liga Indonesia
India Open 2022: Ganda Putra India Singgung Marcus/Kevin

India Open 2022: Ganda Putra India Singgung Marcus/Kevin

Badminton
VIDEO - Aksi Heroik Courtois Gagalkan Penalti di Final Piala Super Spanyol

VIDEO - Aksi Heroik Courtois Gagalkan Penalti di Final Piala Super Spanyol

Liga Spanyol
Polemik Isu Pencoretan Praveen/Melati, Apa Kata Ketum dan Kabid Binpres PBSI?

Polemik Isu Pencoretan Praveen/Melati, Apa Kata Ketum dan Kabid Binpres PBSI?

Badminton
Hasil Atalanta Vs Inter Milan: Nerazzurri Curi 1 Poin di Markas La Dea

Hasil Atalanta Vs Inter Milan: Nerazzurri Curi 1 Poin di Markas La Dea

Liga Italia
Novak Djokovic dan Australian Open: Diawali Keriuhan, Berhias Harapan, Ditutup Kecewa

Novak Djokovic dan Australian Open: Diawali Keriuhan, Berhias Harapan, Ditutup Kecewa

Sports
Beto Goncalves Jadi Korban Penjambretan di Bali

Beto Goncalves Jadi Korban Penjambretan di Bali

Liga Indonesia
Babak Pertama Atalanta Vs Inter Milan: Alexis Sanchez Buang Peluang, Skor Imbang

Babak Pertama Atalanta Vs Inter Milan: Alexis Sanchez Buang Peluang, Skor Imbang

Liga Italia
Ahsan/Hendra Akui Lawan Lebih Berani sehingga Mereka Gagal Juara India Open 2022

Ahsan/Hendra Akui Lawan Lebih Berani sehingga Mereka Gagal Juara India Open 2022

Badminton
Bungkam Athletic Bilbao 2-0, Real Madrid Juara Piala Super Spanyol!

Bungkam Athletic Bilbao 2-0, Real Madrid Juara Piala Super Spanyol!

Liga Spanyol
HT Athletic Bilbao Vs Real Madrid - Modric Ukir Sejarah, Los Blancos Unggul 1-0

HT Athletic Bilbao Vs Real Madrid - Modric Ukir Sejarah, Los Blancos Unggul 1-0

Liga Spanyol
Link Live Streaming Atalanta Vs Inter Milan, Kickoff 02.45 WIB

Link Live Streaming Atalanta Vs Inter Milan, Kickoff 02.45 WIB

Liga Italia
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.