Kompas.com - 13/06/2016, 16:04 WIB
|
EditorJalu Wisnu Wirajati

BANDUNG, KOMPAS.com - Manajer Persib Bandung, Umuh Muchtar, kecewa lantaran Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) tak bisa digunakan timnya untuk menggelar pertandingan ke-7 TSC 2016, akhir pekan nanti.

Kepastian itu dia dapat ketika berkunjung ke Stadion GBLA, Gedebage, Senin (13/6/2016). Umuh kian kesal lantaran sebelumnya, Persib telah terusir di Stadion Si Jalak Harupat karena tengah dalam masa perbaikan menjelang PON Jabar XIX 2016.

"Hari ini saya mendapat kekecewaan. Kemarin, saya ke sini mengunjungi pengembang dari Adhikarya dan menyatakan bahwa stadion ini tidak ada masalah (dipakai Persib). Tribun VIP saya bilang tidak usah dipakai karena masih ada penyangga. Kemarin sudah koordinasi enak, tetapi tiba tiba ada perubaham seperti ini. Saya sangat kecewa," tutur Umuh.

Umuh menilai, PT Adhikarya dan Dinas Tata Ruang dan Cipta Karya (Distarcip) terkesan saling tuding untuk memutuskan bisa atau tidaknya Persib menggunakan Stadion GBLA. Padahal, kata Umuh, pihaknya sudah meminta restu dari Bareskrim Mabes Polri untuk menggunakan Stadion GBLA.

"Adhikarya mengatakan terserah Distarcip, tetapi kemudian jadi saling lempar. Kalau dari kepolisian, tidak ada masalah karena ini urusan Distarcip dengan pengembang. Namun, tadi pengembang mengatakan banyak yang harus diperbaiki dan stadion ini tidak boleh (digunakan). Padahal, kemarin kan tidak bicara seperti itu," tuturnya.

Umuh menyesalkan tak konsistennya pihak Pemkot Bandung dan pengembang soal keputusan penggunaan Stadion GBLA untuk Persib. Kondisi tersebut, tutur Umuh, membuat manajemen Persib kebingungan mencari venue alternatif.

"Kalau kemarin bicara tidak bisa dipakai, kami bisa cari tempat lain. Sekarang ini saling lempar, Distarcipnya saja tidak datang. Jadi, ini dibatalkan," ucap Umuh mengeluh. 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.