Inggris Mencari Lawan serupa Gareth Bale, tetapi...

Kompas.com - 02/06/2016, 13:47 WIB
Roy Hodgson menjalani jumpa pers untuk mengumumkan skuad bayangan Inggris di Stadion Wembley, 16 Mei 2016. JUSTIN TALLIS/AFPRoy Hodgson menjalani jumpa pers untuk mengumumkan skuad bayangan Inggris di Stadion Wembley, 16 Mei 2016.
|
EditorAnju Christian

LONDON, KOMPAS.com - Bukan tanpa alasan pelatih tim nasional Inggris, Roy Hodgson, memilih Portugal sebagai lawan uji coba di Stadion Wembley, Kamis (2/6/2016).

Dia ingin melihat kualitas pertahanan timnya apabila bertemu dengan bintang seperti Cristiano Ronaldo. Di mata Hodgson, kualitas Ronaldo serupa dengan Gareth Bale.

Bersama Wales, nama terakhir bakal menjadi ancaman Inggris pada Piala Eropa 2016. Kedua tim tergabung di Grup B dan bakal bertemu pada partai kedua di Stadion Bollaert-Delelis, 16 Juni 2016.

"Kami berpikir Bale juga bermain di posisi serupa dengan Wales. Jadi, ketika memilih Portugal, kami tidak cuma menimbang kualitas teknik tim, tetapi juga individu spesial," ucap Hodgson.

Rencana Hodgson dipastikan gagal terealisasi. Sebab, Ronaldo bakal diistirahatkan oleh pelatih Portugal, Fernando Santos.

Pemain berusia 31 tahun itu dianggap kelelahan setelah melakoni final Liga Champions, Sabtu (28/5/2016), dan melalui lebih dari 4.000 menit bersama Real Madrid musim ini.

Partai kontra Portugal tidak lantas tanpa guna. Hodgson pun berniat menjajal formasi 4-3-3 untuk turnamen mendatang.

Untuk menunjang skema tersebut, Hodgson mengambil keputusan mengejutkan dalam pemilihan pemain. Tidak ada sosok gelandang bertahan murni. Sebaliknya, dia memanggil lima orang striker.

"Kami memiliki begitu banyak pemain ofensif berkualitas di lini tengah dan depan. Saya tidak mau mengorbankan mereka dengan memilih pemain yang mungkin bisa menjaga area," tutur Hodgson.

"Adapun untuk bertahan, kami harus bekerja sebagai tim, bukan cuma mengandalkan empat pemain belakang dan penjaga gawang. Tugas ini dimulai dari lini depan," kata sang pelatih.

Hodgson juga menilai komposisi saat ini berbeda dengan 2012, ketika Inggris menjalani Piala Eropa dengan kualitas minimalis di sektor penyerangan.



Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X