Dua Wajah Manchester City

Kompas.com - 26/04/2016, 07:32 WIB
Manajer Manchester City, Manuel Pellegrini, memberikan instruksi kepada anak-anak asuhnya saat melawan Dynamo Kyiv pada partai pertama babak 16 besar di Stadion NSC Olimpiski, 24 Februari 2016. SERGEI SUPINSKY/AFPManajer Manchester City, Manuel Pellegrini, memberikan instruksi kepada anak-anak asuhnya saat melawan Dynamo Kyiv pada partai pertama babak 16 besar di Stadion NSC Olimpiski, 24 Februari 2016.
|
EditorAloysius Gonsaga AE

MANCHESTER, KOMPAS.com - Manajer Manchester City, Manuel Pellegrini, menerapkan pendekatan bertolak belakang untuk menjalani ajang Premier League dan Liga Champions.

Di kancah domestik, klub berjulukan The Citizens dituntut mendominasi permainan. Whoscored mencatat rata-rata penguasaan bola pasukan Pellegrini mencapai 56,9 persen atau tertinggi kedua setelah Arsenal.

Gaya serupa tidak terlihat ketika Man City tampil di Eropa. Tengok saja dua partai perempat final kontra Paris Saint-Germain. Penguasaan bola Man City tidak lebih dari 40 persen.

Pellegrini tidak cuma mengusung pendekatan tersebut saat melawan klub sekelas, tetapi juga tim yang notabene tidak diunggulkan. Dalam dua partai babak 16 besar, penguasaan bola Man City selalu kalah dari Dynamo Kyiv.

Tidaklah mengherankan apabila catatan keseluruhan Man City tergerus. Berdasarkan rekaman UEFA, rataan penguasaan bola mereka cuma 48 persen.

Catatan Man City lebih rendah dari dua semifinalis lainnya, Bayern Muenchen dan Real Madrid. Dua tim terakhir rata-rata menguasai permainan di atas 50 persen.

Ada alasan kuat statistik tersebut terulang saat Man City melakoni semifinal pertama kontra Real Madrid di Stadion Etihad, Selasa (26/4/2016).

Pellegrini enggan mengambil risiko dengan menerapkan gaya penguasaan bola, tetapi justru kecolongan gol kandang.

"Kami ingin menjalani pertandingan dengan keseimbangan. Kami perlu menghindari mereka untuk mencetak gol tandang. Sebuah hal hebat apabila kami juga mampu menciptakan gol," tutur Pellegrini pada jumpa pers menjelang laga.

Man City memang tidak perlu bermain eksplosif. Sebab, keunggulan mereka dari Real Madrid justru terletak pada efektivitas.

Untuk mencetak satu gol di Liga Champions musim ini, The Citizens melepaskan 2,6 tembakan ke arah gawang. Adapun Real Madrid baru bisa menciptakan gol dengan tiga tembakan tepat sasaran.

Juara Man City 4-0 Stoke: Jaga Kecepatan

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X