Kompas.com - 22/04/2016, 07:01 WIB
EditorJalu Wisnu Wirajati

TURIN, KOMPAS.com - Pada 25 April atau paling lambat 1 Mei, Juventus tampaknya bisa merayakan gelar juara Serie A atau scudetto kelima secara beruntun.

Juventus sedikit lagi memastikan gelar juara musim 2015-2016 secara matematis. Kombinasi hasil pekan ke-34 pada tengah pekan ini membuat klub berjulukan I Bianconeri itu meneruskan keunggulan 9 poin atas Napoli.

Juventus punya 82 angka, sedangkan Napoli 73. Media pun sudah sibuk berhitung soal potensi perbedaan poin dan kemungkinan yang akan terjadi pekan berikutnya.

Minggu (24/4/2016), Juve melawat ke markas rival klasik, Fiorentina. Napoli melakoni laga hidup-mati di kandang AS Roma, sehari kemudian (25/4/2016).

Artinya, skuat Bianconeri bisa merayakan gelar juara sambil menonton televisi dari markas tim, seperti yang dilakukan dua tahun lalu. Skenario sederhana bagi Juventus adalah mereka harus meraih hasil lebih baik daripada Napoli.

Kemenangan atas Fiorentina tidak cukup karena Napoli masih berpeluang secara matematis jika mereka unggul juga di kandang Roma.

Andai kombinasi hal itu terjadi, Juve akan meraup 85 poin, sedangkan Napoli 76 alias masih berjarak 9 angka. Dalam tiga pekan tersisa, Napoli masih mungkin menyamai koleksi angka Juventus.

Juara Juventus 3-0 Lazio: Kekalahan Pertama Inzaghi

Apabila situasi tersebut muncul pada akhir musim, gelar juara akan ditentukan oleh selisih gol total milik kedua tim.

Sebab, rekor head to head (1-2, 1-0) dan selisih gol (2-2) dalam duel Juventus dan Napoli musim ini seimbang.

Lega Serie A tak menghitung agresivitas gol tandang dalam head to head sebagai variabel penentu.

Awak Bianconeri tentu berharap mereka mengamankan hasil lebih dulu di kandang Fiorentina, lalu menonton laga Roma vs Napoli sambil berharap sang rival meraih output lebih buruk.

Kalau selisih Juve-Napoli tetap 9 poin pada pekan ke-35, misi mereka lebih mudah pada pekan berikutnya saat giornata ke-36.

Minggu (1/5/2016), Juve hanya butuh hasil minimal imbang lawan klub papan bawah, Carpi, di Juventus Stadium.

Scudetto akan hadir tak peduli apa pun hasil laga Napoli kontra Atalanta sehari kemudian.

Pada 2013-2014, awak Juventus juga merayakan gelar liga Serie A bersama-sama ketika menyaksikan Roma dikalahkan Catania 1-4 (4/5/2014).

Kala itu, gelar juara dipastikan milik Juventus tanpa harus bertanding sehari kemudian melawan Atalanta. Koleksi poin Bianconeri (93) tak mungkin lagi dikejar Roma (85) dalam dua pekan sisa. (Beri Bagja) 

Urutan metode penentuan peringkat di klasemen Serie A:

1. Berdasarkan jumlah poin

2. Rekor head-to-head antara tim yang bersangkutan

3. Selisih gol dalam rekor head-to-head

4. Selisih gol total di liga

5. Jumlah gol memasukkan di liga

6. Pengundian

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber JUARA
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Bali United Vs Arema FC, Eduardo Almeida Jawab Keraguan Aremania

Bali United Vs Arema FC, Eduardo Almeida Jawab Keraguan Aremania

Liga Indonesia
Top Skor Liga Inggris: Penyerang Leeds Teratas, Gabriel Jesus Samai Haaland

Top Skor Liga Inggris: Penyerang Leeds Teratas, Gabriel Jesus Samai Haaland

Liga Inggris
Persebaya Vs Madura United, Tiga Pemain Asing Laskar Sape Kerrab Diberi Perhatian Khusus

Persebaya Vs Madura United, Tiga Pemain Asing Laskar Sape Kerrab Diberi Perhatian Khusus

Liga Indonesia
Brentford Vs Man United, Saat Ten Hag Kecewa dengan Setan Merah...

Brentford Vs Man United, Saat Ten Hag Kecewa dengan Setan Merah...

Liga Inggris
Pujian untuk Debut Charles De Ketelaere bersama AC MIlan

Pujian untuk Debut Charles De Ketelaere bersama AC MIlan

Liga Italia
Playoff IBL 2022, Dennis Miles Gemilang, Prawira Bandung Bekuk Dewa United Surabaya

Playoff IBL 2022, Dennis Miles Gemilang, Prawira Bandung Bekuk Dewa United Surabaya

Sports
98 Hari Jelang Piala Dunia 2022, Cerita Trio Argentina Bawa Italia Juara

98 Hari Jelang Piala Dunia 2022, Cerita Trio Argentina Bawa Italia Juara

Internasional
Klasemen Liga Inggris: Man United Terdampar, Man City Belum Ternoda

Klasemen Liga Inggris: Man United Terdampar, Man City Belum Ternoda

Liga Inggris
Persib Bandung Vs PSIS, Saat Beban Besar di Pundak Lepas...

Persib Bandung Vs PSIS, Saat Beban Besar di Pundak Lepas...

Liga Indonesia
Bima Sakti Alasan Mental Juara dan Akhlak Mulia Timnas U16 Indonesia

Bima Sakti Alasan Mental Juara dan Akhlak Mulia Timnas U16 Indonesia

Liga Indonesia
PSG Vs Montpellier 5-2: Neymar 2 Gol, Les Parisiens Buat Catatan Gemilang

PSG Vs Montpellier 5-2: Neymar 2 Gol, Les Parisiens Buat Catatan Gemilang

Liga Lain
Penjelasan Lemparan ke Dalam Dewangga yang Dianulir dalam Persib Bandung Vs PSIS

Penjelasan Lemparan ke Dalam Dewangga yang Dianulir dalam Persib Bandung Vs PSIS

Sports
Klasemen Liga Spanyol: Mimpi Buruk Barcelona Terulang, Villarreal di Puncak

Klasemen Liga Spanyol: Mimpi Buruk Barcelona Terulang, Villarreal di Puncak

Liga Spanyol
Hasil dan Klasemen Liga Italia: Duo Milan Menang, Atalanta Bikin Sejarah

Hasil dan Klasemen Liga Italia: Duo Milan Menang, Atalanta Bikin Sejarah

Liga Italia
Klasemen Liga 1: Persib Keluar Zona Degradasi Usai Bungkam PSIS

Klasemen Liga 1: Persib Keluar Zona Degradasi Usai Bungkam PSIS

Liga Indonesia
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.