Kompas.com - 07/04/2016, 08:01 WIB
Ekspresi pelatih Paris Saint-Germain, Laurent Blanc, saat memimpin timnya melawan Chelsea pada leg pertama babak 16 besar Liga Champions di Stadion Parc des Princes, Selasa (16/2/2016). KENZO TRIBOUILLARD/AFPEkspresi pelatih Paris Saint-Germain, Laurent Blanc, saat memimpin timnya melawan Chelsea pada leg pertama babak 16 besar Liga Champions di Stadion Parc des Princes, Selasa (16/2/2016).
|
EditorJalu Wisnu Wirajati

PARIS, KOMPAS.com - Pelatih Paris Saint-Germain (PSG), Laurent Blanc, menyesali hasil laga kontra Manchester City di Parc des Princes, Rabu (6/4/2016) waktu setempat. Blanc menilai PSG banyak melakukan kesalahan.

PSG menjamu Manchester City dalam laga putaran pertama perempat final Liga Champions. Pertandingan tersebut berakhir dengan kedudukan imbang 2-2.

Tuan rumah sempat unggul 2-1 setelah Zlatan Ibrahimovic (41') dan Adrien Rabiot (59') membalas gol Kevin De Bruyne (38'). Namun, keunggulan itu sirna lantaran Fernandinho menyamakan kedudukan pada menit ke-72.

Hasil ini tentu saja menjadi hal yang menguntungkan bagi kubu City. Klub berjulukan The Citizens itu hanya perlu bermain imbang tanpa gol untuk memastikan lolos ke semifinal.

"Dua kesalahan kami membuat Manchester City bisa mencetak gol. Ini menjadi penyesalan terbesar kami," ujar Blanc seusai laga, seperti dikutip dari Sky Sports.


"Seharusnya kami bisa mencetak dua atau tiga gol. Ini bukan hasil yang bagus. Kami melakukan banyak kesalahan," tuturnya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Dengan hasil ini, kans PSG untuk mencapai semifinal Liga Champions yang pertama sejak 1995 terancam pupus. Sebab, jika masih ingin lolos, PSG wajib menang atas City di kandangnya.

Situasi tersebut jelas bukanlah hal yang mudah bagi PSG, meskipun segala kemungkinan masih bisa terjadi.

Dalam kesempatan itu, Blanc juga mengomentari tentang pemain andalannya, Zlatan Ibrahimovic, yang gagal mengeksekusi penalti pada babak pertama.

Blanc menyebut penampilan Ibrahimovic pada laga kontra City mengalami fase naik-turun seperti layaknya menaiki wahana rollercoaster.

"Zlatan benar-benar seperti rollercoaster. Dia gagal mengeksekusi penalti dan gagal memanfaatkan peluang. Namun, dia tetap yakin dan akhirnya bisa mencetak gol," katanya.

Partai leg kedua perempat final Liga Champions antara City dan PSG akan berlangsung pada Selasa (12/4/2016) waktu setempat.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Sumber Sky Sports
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Rasa Syukur Fajar Alfian Bantu Indonesia Juara Piala Thomas

Rasa Syukur Fajar Alfian Bantu Indonesia Juara Piala Thomas

Badminton
Marko Simic Melempem Lawan Arema FC, Angelo Alessio Pasang Badan

Marko Simic Melempem Lawan Arema FC, Angelo Alessio Pasang Badan

Liga Indonesia
Equestrian Solidarity Challenge, Upaya Kembangkan Olahraga Berkuda Indonesia

Equestrian Solidarity Challenge, Upaya Kembangkan Olahraga Berkuda Indonesia

Sports
Messi Bisa seperti Zidane, Kehilangan Ballon d’Or karena Kasari Lawan

Messi Bisa seperti Zidane, Kehilangan Ballon d’Or karena Kasari Lawan

Liga Lain
Sesal Merah Putih Tak Berkibar karena Sanksi WADA, Salut Indonesia Fokus Juara Piala Thomas

Sesal Merah Putih Tak Berkibar karena Sanksi WADA, Salut Indonesia Fokus Juara Piala Thomas

Badminton
Beri Sanksi yang Membuat Merah Putih Tak Bisa Berkibar di Piala Thomas, Apa Itu WADA?

Beri Sanksi yang Membuat Merah Putih Tak Bisa Berkibar di Piala Thomas, Apa Itu WADA?

Sports
Kalahkan Persija, Arema FC Patahkan 2 'Kutukan' Sekaligus

Kalahkan Persija, Arema FC Patahkan 2 "Kutukan" Sekaligus

Liga Indonesia
Juara Piala Thomas, Pencapaian Terbesar Jonatan Melebihi Asian Games

Juara Piala Thomas, Pencapaian Terbesar Jonatan Melebihi Asian Games

Badminton
Perjuangan Indonesia Berlanjut, Siap Tempur Denmark Open Usai Thomas-Uber

Perjuangan Indonesia Berlanjut, Siap Tempur Denmark Open Usai Thomas-Uber

Badminton
Agar Klub Tak Rugi dan Liga 1 Jalan Terus, Suporter PSS Diminta Tahan Diri

Agar Klub Tak Rugi dan Liga 1 Jalan Terus, Suporter PSS Diminta Tahan Diri

Liga Indonesia
'Kami Persembahkan Juara Piala Thomas untuk Seluruh Rakyat Indonesia...'

"Kami Persembahkan Juara Piala Thomas untuk Seluruh Rakyat Indonesia..."

Badminton
Indonesia Juara Piala Thomas: Terwujudnya Harapan Sang Kapten Hendra Setiawan

Indonesia Juara Piala Thomas: Terwujudnya Harapan Sang Kapten Hendra Setiawan

Sports
Teco Minta Maaf kepada Suporter Terkait Insiden Wawan dan Pacheco

Teco Minta Maaf kepada Suporter Terkait Insiden Wawan dan Pacheco

Liga Indonesia
Bekuk AS Roma, Juventus Asuhan Allegri Berkembang Jadi Mesin Pemenang 1-0

Bekuk AS Roma, Juventus Asuhan Allegri Berkembang Jadi Mesin Pemenang 1-0

Liga Italia
Indonesia Juara Piala Thomas 2020, Hendra Setiawan Kehabisan Kata-kata

Indonesia Juara Piala Thomas 2020, Hendra Setiawan Kehabisan Kata-kata

Badminton
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.