Seandainya Welbeck Tak Dijual Manchester United

Kompas.com - 18/03/2016, 06:46 WIB
Mantan pemain Manchester United, Paul Scholes. AFP PHOTO / Stefanus IanMantan pemain Manchester United, Paul Scholes.
|
EditorJalu Wisnu Wirajati
MANCHESTER, KOMPAS.com - Eks gelandang Manchester United, Paul Scholes, mengkritik kualitas lini depan Setan Merah era kepelatihan Louis van Gaal. Scholes pun menyayangkan keputusan Manchester United yang menjual Danny Welbeck ke Arsenal.

Manchester United baru saja tersingkir dari Liga Europa, setelah hanya bermain imbang 1-1 dengan Liverpool, pada laga leg kedua babak 16 besar di Stadion Old Trafford, Kamis (17/3/2016) waktu setempat.

Pada laga tersebut, lini depan Manchester United memang tampak tumpul. Satu-satunya gol tuan rumah tercipta hanya melalui eksekusi penalti Anthony Martial.

Tak pelak, kualitas lini depan Manchester United mendapatkan kritik dari Scholes. Pria berusia 41 tahun itu menilai seharusnya Manchester United tak menjual Welbeck pada bursa transfer musim panas 2014.

"Danny Welbeck seharusnya jangan dibiarkan pergi dari klub. Dia berada di Manchester United sejak usia sembilan tahun," kata Scholes seperti dikutip dari BT Sport.

Welbeck dilego Manchester United ke Arsenal pada September 2014. Kala itu, Welbeck dilepas dengan harga 16 juta poundsterling (Rp 303 miliar).

OLI SCARFF/AFP Mantan penyerang Manchester United yang kini memperkuat Arsenal, Danny Welbeck.

"Welbeck bisa bermain di sayap atau sebagai pemain depan. Dia juga cepat, kuat, dan tentunya bisa mencetak gol," tutur Scholes.

Musim ini, Welbeck sempat dilanda cedera panjang. Alhasil, hingga sejauh ini, pemain berusia 25 tahun tersebut cuma mencatatkan empat laga Premier League.

Namun, setidaknya Welbeck sukses melesakkan dua gol dari keempat laganya itu. Dia mencetak gol dalam dua laga beruntun, tepatnya saat Arsenal menjamu Leicester City, dan ketika bertandang ke markas Manchester United.

Produktivitas gol Manchester United di Premier League musim ini memang tergolong minim. Mereka hanya mencetak 37 gol dari 29 laga.

Jumlah produktivitas Setan Merah itu menjadi yang terburuk jika dibandingkan dengan torehan Leicester City (53 gol), Tottenham Hotspur (53), Arsenal (46), Chelsea (43), Manchester City (52), dan West Ham (45).

Sementara itu, kegagalan di Liga Europa membuat Manchester United hanya memiliki satu harapan untuk meraih gelar pada musim ini, yakni di ajang Piala FA.

Saat ini, Manchester United perlu menjalani laga ulangan untuk menembus babak semifinal Piala FA, setelah hanya bermain imbang 1-1 dengan West Ham United pada 12 Maret 2016.

Adapun dalam ajang Premier League, Manchester United tengah menduduki peringkat keenam dengan perolehan 47 poin, terpaut empat poin dengan posisi keempat yang merupakan batas akhir zona Liga Champions.



Sumber BT Sport
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X