Ibra: Ganti Menara Eiffel dengan Patung Saya

Kompas.com - 14/03/2016, 11:02 WIB
Penyerang Paris Saint-Germain (PSG), Zlatan Ibrahimovic, menghadiri konferensi pers di Stadion Stamford Bridge, London, Selasa (8/3/2016), jelang laga kedua babak 16 besar Liga Champions kontra Chelsea. GLYN KIRK/AFPPenyerang Paris Saint-Germain (PSG), Zlatan Ibrahimovic, menghadiri konferensi pers di Stadion Stamford Bridge, London, Selasa (8/3/2016), jelang laga kedua babak 16 besar Liga Champions kontra Chelsea.
EditorJalu Wisnu Wirajati


TROYES, KOMPAS.com
 — Zlatan Ibrahimovic mengajukan syarat untuk bertahan di Paris Saint-Germain. Dia ingin Menara Eiffel diganti dengan patung dirinya.

Kontrak Ibra memang akan berakhir pada 30 Juni 2016. Hingga saat ini, belum ada pembicaraan pembaruan kontrak antara Ibra dan manajemen PSG.

Namun, seusai PSG memastikan gelar juara saat menang 9-0 di kandang Troyes, Minggu (13/3/2016), Ibra mengeluarkan pernyataan mengejutkan.

"Saya tidak akan berada di PSG pada musim depan. Di PSG, saya tinggal memiliki waktu 1,5 bulan," ujar Ibrahimovic kepada beIN Sports.

Akan tetapi, dari sumber lain, Ibra mengatakan bahwa PSG masih punya kesempatan mempertahankannya, yakni dengan mengganti landmark Kota Paris dengan patung dirinya.

"Jika Menara Eiffel dengan patung saya, saya akan bertahan di Paris," kata Ibra seperti dilansir dari Squawka News.

Ibra memang menjadi tokoh protagonis keberhasilan PSG menjuarai Ligue 1 dalam beberapa tahun terakhir. Saat ini, dia tercatat sebagai pencetak gol terbanyak Les Parisiens.

Pada laga melawan Troyes, Ibra mencetak 4 dari 9 gol kemenangan timnya. Lima gol PSG lainnya dibukukan oleh Edinson Cavani (2 gol), Javier Pastore, Adrien Rabiot, dan bunuh diri lawan.

Berkat kemenangan ini, PSG mengoleksi 77 poin dari 30 laga. Pasukan Laurent Blanc unggul 25 poin atas AS Monaco yang sehari sebelumnya ditahan imbang 2-2 oleh Reims.

Dengan sisa 8 pekan, andaikan Monaco menang terus, PSG masih akan unggul satu poin sekalipun selalu kalah.

PSG mempertajam catatan Olympique Lyon pada 2006-2007. Saat itu, Lyon menjuarai kasta tertinggi Liga Perancis pada pekan ke-33 atau lima pekan jelang penutupan kompetisi. Les Parisiens melakukannya satu bulan lebih cepat. 

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X