Penulis "Sang Alkemis", Paulo Coelho, Dapat Kostum Steven Gerrard

Kompas.com - 13/03/2016, 10:20 WIB
Steven Gerrard kembali mengenakan seragam Liverpool pada laga persahabatan bertajuk Liverpool Legends di Stadion ANZ, Sydney, Australia, Kamis (7/1/2016).
PETER PARKS / AFPSteven Gerrard kembali mengenakan seragam Liverpool pada laga persahabatan bertajuk Liverpool Legends di Stadion ANZ, Sydney, Australia, Kamis (7/1/2016).
EditorJalu Wisnu Wirajati


JENEWA, KOMPAS.com
- Paulo Coelho, penulis novel "Sang Alkemis" mendapatkan kejutan spesial. Kostum Liverpool bertanda tangan Steven Gerrard dikirimkan seorang penggemar untuknya.

Coelho merupakan penulis asal Brasil yang kini menetap di Jenewa, Swiss. Karya dia "Sang Alkemis" telah diterjemahkan ke dalam 80 bahasa. Buku-buku dia total sudah terjual 200 juta eksemplar.

Alan Field yang tinggal di Liverpool merupakan salah seorang penggemar Coelho. Dari akun @alfield01, terlihat dia bersedia jalan 800 kilometer demi bertemu Coelho.

Saking mengidolakan Coelho, Field lantas mengirimkan kostum Liverpool bernama punggung Gerrard, lengkap dengan tanda tangan di atas nomor 8.

"Hadiah kejutan pagi ini," kicau Paulo Coelho di akun Twitter miliknya, Jumat (11/3/2016).

Rupanya, pemberian kostum Liverpool oleh penggemar Coelho diprotes oleh penggemar lainnya. Rahim Kassam, seorang pencinta Manchester United, mengaku patah hati mengetahui penulis favoritnya mendapatkan jersey dari klub rival Setan Merah.

Coelho memang tidak menjelaskan klub mana yang didukungnya. Namun, laiknya orang Brasil, penulis kelahiran Rio de Janeiro itu juga menyukai sepak bola.

Pada Piala Dunia 2006, dia menulis surat kepada Presiden FIFA saat itu, Sepp Blatter. yang mengatakan sepak bola merupakan alat untuk mempersatukan dunia.

"Ini merupakan Piala Dunia pertama saya dan langsung memberikan kesan. Kendati pertandingannya begitu serius, saya melihat sepak bola bisa menyatukan dunia," tulis Coelho.

Coelho pada saat itu menjadi tamu undangan Blatter untuk menyaksikan pembukaan Piala Dunia 2006. Bagi Coelho, itu adalah untuk kali pertama dirinya menyaksikan langsung kompetisi sepak bola terakbar di dunia.

Lantaran tinggal di Swiss, Coelho juga mendukung tim asal negara tersebut. Pada Piala Eropa 2012, dia menilai sepak bola tak ubahnya kehidupan, satu kesempatan bisa mengubah segalanya.

 

 



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X