Kompas.com - 10/03/2016, 16:45 WIB
Salah satu ekspresi pelatih Inter Milan, Roberto Mancini, pada laga kontra Torino di Stadion Olimpico, Turin, 8 November 2015. MARCO BERTORELLO/AFPSalah satu ekspresi pelatih Inter Milan, Roberto Mancini, pada laga kontra Torino di Stadion Olimpico, Turin, 8 November 2015.
|
EditorAloysius Gonsaga AE

MILAN, KOMPAS.com - Pelatih Internazionale Milan, Roberto Mancini, mengaku sebagai pendukung Leicester City. Mancini pun berharap Leicester bisa merengkuh gelar Premier League musim ini.

Mancini memang pernah memiliki hubungan dengan Leicester. Sebelum mengakhiri kariernya sebagai pesepak bola pada 2001, Mancini sempat memperkuat Leicester dan tampil sebanyak empat pertandingan Premier League.

Saat masih diperkuat Mancini, Leicester mungkin bukanlah klub yang diperhitungkan. Namun, sekarang nasib Leicester berubah 180 derajat karena mampu memuncaki klasemen sementara Premier League.

The Foxes, julukan Leicester, berada di urutan pertama dengan mengemas 60 poin dari 29 laga. Mereka unggul lima poin atas Tottenham Hotspur di posisi kedua, dan tujuh poin dengan Arsenal di peringkat ketiga.

Mancini pun mengaku bangga dengan pencapaian Leicester era kepelatihan Claudio Ranieri. Dia berharap mantan klubnya itu bisa menjadi juara Premier League musim ini.

"Apa yang dilakukan Ranieri terhadap Leicester membuat saya terkesan. Saya pernah bermain di sana, dan saya memahami fakta yang ada di klub tersebut," ujar Mancini seperti dikutip dari Calciomercato, Rabu (9/3/2016).

Meksipun hanya sempat menjajal empat laga bersama Leicester, Mancini mempunyai kesan mendalam selama di sana.

Dok. Telegraph Roberto Mancini saat masih memperkuat Leicester City pada 2001.

"Saya sudah menjadi pendukung Leicester sejak bermain di sana. Sekarang saya semakin suka Leicester setelah Ranieri menorehkan pencapaian yang luar biasa," ucap pria berusia 51 tahun itu.

Pada kesempatan itu, Mancini juga memuji atmosfer sepak bola Inggris yang dinilainya memiliki daya tarik tersendiri.

"Premier League adalah kompetisi yang indah, karena Anda bisa menikmati sepak bola tanpa adanya tekanan, apapun hasil yang diraih. Hal ini tak terjadi di Italia. Itulah mengapa stadion di Inggris selalu penuh," kata Mancini.

Sebagai pelatih, Mancini termasuk sosok yang memiliki pengalaman bagus di Premier League. Saat masih menukangi Manchester City, Mancini sukses meraih gelar Piala FA (2010-2011), Premier League (2011-2012), dan Community Shield (2012).

Juara Review Premier League - Pekan Ke-29 (Minggu)



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X