Liverpool Dinilai Blunder Saat Merekrut Mario Balotelli

Kompas.com - 10/03/2016, 12:35 WIB
Penyerang AC Milan, Mario Balotelli (kiri), duduk di bangku cadangan saat timnya menghadapi Empoli, pada lanjutan Serie A di Stadion San Siro, 29 Agustus 2015. GIUSEPPE CACACE/AFPPenyerang AC Milan, Mario Balotelli (kiri), duduk di bangku cadangan saat timnya menghadapi Empoli, pada lanjutan Serie A di Stadion San Siro, 29 Agustus 2015.
|
EditorJalu Wisnu Wirajati

LIVERPOOL, KOMPAS.com - Mantan bek Liverpool, Jamie Carragher, mengaku masih heran dengan keputusan mantan klubnya saat memboyong Mario Balotelli pada 2014. Carragher menilai Balotelli sebagai salah satu pembelian blunder Liverpool.

Balotelli direkrut The Reds dari AC Milan dengan banderol sebesar 16 juta poundsterling (Rp 297 miliar). Kala itu, Balotelli diharapkan bisa menggantikan peran Luis Suarez yang baru dilego ke Barcelona.

Namun, keputusan Liverpool mendatangkan Balotelli terbukti keliru. Penyerang berkebangsaan Italia itu hanya mampu membukukan satu gol dari 16 pertandingan Premier League.

AFP/OLI SCARFF Penyerang Liverpool, Mario Balotelli, merayakan golnya seusai mencetak gol ke gawang Besiktas, pada leg pertama babak 32 besar Liga Europa, Kamis atau Jumat (20/2/2015) dini hari WIB.

Alhasil, pemain yang kini berusia 25 tahun itu dipulangkan kembali ke AC Milan pada Agustus 2015, dalam status pinjaman selama semusim.

"Saya masih tak percaya kenapa kami merekrut Mario Balotelli. Orang-orang berkata dia mempunyai bakat, tetapi saya tak ingat kapan Balotelli bermain bagus," ujar Carragher kepada Daily Mail, Rabu (10/3/2016).

Pada awal kemunculannya, Balotelli memang dikenal penyerang berbakat. Akan tetapi, perilaku negatifnya selama di dalam maupun luar lapangan membuat kariernya tak berjalan mulus.

"Saya berdoa semoga ada klub dari Liga Super China yang akan membelinya. Saya kira tak ada satupun klub Premier League yang tertarik kepadanya," kata Carragher.

Carragher juga mengambil contoh lain kegagalan Liverpool dalam bursa transfer, yakni saat mendatangkan El Hadji Diouf dari Lens (2002), dan Alberto Aquilani dari AS Roma (2004).

ANDREAS JOEVI Alberto Aquilani (kiri) dan El Hadji Diouf dinilai sebagai pembelian gagal Liverpool.

"El Hadji Diouf dan Alberto Aquilani juga pantas masuk daftar pembelian blunder Liverpool. Mereka direkrut saat sedang mengalami cedera. Saya tak ingat kapan mereka dalam kondisi fit," ucapnya.

Menangkan Samsung A71 dan Voucher Belanja. Ikuti Kuis Hoaks / Fakta dan kumpulkan poinnya. *S&K berlaku


Sumber Daily Mail
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X