Allegri Tak Mau Tanggapi Rumor Dirinya Jadi Suksesor Zidane

Kompas.com - 07/03/2016, 21:48 WIB
Pelatih Juventus, Massimiliano Allegri, mendampingi timnya saat laga pertama babak 16 besar Liga Champions kontra Bayern Muenchen, di Stadion Juventus, Selasa (23/2/2016) atau Rabu dini hari WIB. OLIVIER MORIN/AFPPelatih Juventus, Massimiliano Allegri, mendampingi timnya saat laga pertama babak 16 besar Liga Champions kontra Bayern Muenchen, di Stadion Juventus, Selasa (23/2/2016) atau Rabu dini hari WIB.
EditorAloysius Gonsaga AE
TURIN, KOMPAS.com - Pelatih Juventus, Massimiliano Allegri, tak mau menanggapi secara serius rumor yang mengaitkannya dirinya dengan Real Madrid. Dia mengaku hanya bisa tertawa ketika digosipkan akan menggantikan Zinedine Zidane pada musim baru nanti.

Sepak terjang Allegri bersama Juventus selama dua musim terakhir diyakini sudah menarik minat Madrid. Pada musim 2014-2015, mantan pelatih AC Milan ini sanggup memenangi gelar Serie A, Coppa Italia, Piala Supercoppa Italia, dan mencapai final Liga Champions.

Prestasi tersebut membuahkan perpanjangan kontrak. Allegri pun terikat kontrak bersama Si Nyonya Besar hingga Juni 2017.

Musim ini, Allegri juga kembali berpeluang memberikan Juventus gelar-gelar bergengsi baik domestik maupun pentas Eropa. Tim berjulukan Bianconeri ini sedang memimpin klasemen Serie A, menembus final Coppa Italia untuk menghadapi Milan, kemudian di ajang Liga Champions, Juventus bertarung di babak 16 besar dan berhasil menahan imbang tim kuat Bayern Muenchen 2-2 pada leg pertama di Turin.

Catatan-catatan positif Allegri memunculkan spekulasi dalam beberapa hari terakhir. Madrid diyakini mengicar Allegri untuk menjadi suksesor Zinedine Zidane musim depan. Tetapi Allegri menampiknya.

"Saya hanya fokus dengan pekerjaan saat ini. Saya sudah berada di klub besar, Juventus dan terikat kontrak hingga musim depan. Semua ini membuat saya tertawa," ucap Allegri seperti dilansir Marca.

Bahkan Allegri disebut-sebut sudah mulai belajar bahasa Inggris dan Spanyol agar tidak mengalami kendala saat menangani klub luar Italia.

"Tidak mungkin saya mempelajari dua bahasa dalam dua bulan. Buat saya itu sulit," ucap pria yang lahir di Livorno, Italia itu. (Wisnu Nova Wistowo)

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber Juara.net
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X