Kompas.com - 07/03/2016, 06:32 WIB
Presiden baru FIFA, Gianni Infantino, memberikan sambutan setelah memenangi pemilihan presiden pada Kongres Luar Biasa FIFA di Zurich, Swiss, Jumat (26/2/2016). FABRICE COFFRINI/AFPPresiden baru FIFA, Gianni Infantino, memberikan sambutan setelah memenangi pemilihan presiden pada Kongres Luar Biasa FIFA di Zurich, Swiss, Jumat (26/2/2016).
EditorAloysius Gonsaga AE
CARDIFF, KOMPAS.com - Presiden baru FIFA Gianni Infantino langsung membuat gebrakan dalam periode awal kepemimpinannya. Pria Swiss keturunan Italia itu giat mewujudkan rencana penerapan teknologi video tayangan ulang dalam pertandingan sepak bola.

Sabtu (5/3/2016), Infantino tiba di Cardiff, Wales, guna menghadiri pertemuan dengan IFAB (International Football Association Board) atau lembaga standardisasi peraturan sepak bola.

Pertemuan tersebut menghasilkan keputusan penerapan teknologi video replay paling lambat pada musim kompetisi 2017-2018.

Teknologi itu membantu wasit mengevaluasi keputusan yang berpotensi kontroversial, seperti menentukan terciptanya gol atau tidak, memberikan penalti, kartu merah, dan kasus kesalahan identitas.

Mengacu pada aplikasi pada pertandingan american football, wasit punya waktu 60 detik untuk mengevaluasi rekaman setelah kejadian lewat video yang tayang di stadion sebelum mengambil keputusan final.

"Kami mengambil keputusan yang sangat bersejarah untuk dunia sepak bola. Sangat penting menjaga tradisi dalam sepak bola, tetapi kita tak bisa menutup mata terhadap masa depan dan kemajuan teknologi," ucap pria 45 tahun tersebut, seperti dikutip dari situs FIFA.

Proyek teknologi video yang disetujui FIFA dan IFAB adalah langkah revolusioner mengingat hal itu pernah ditentang presiden sebelumnya, Sepp Blatter, beserta rekan-rekannya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Pemain, pelatih, dan wasit kerap melakukan kesalahan. Hal itu semua merupakan bagian dari pertandingan. Bukti video hanya berguna untuk pemberian sanksi. Elemen manusia harus dipertahankan," kata Sekretaris Jenderal FIFA pada 2005, Urs Linsi.

Karena sifatnya masih uji coba selama dua musim ke depan, Infantino juga tak mau gegabah dengan terlalu mengintervensi proses penerapan melalui hadirnya teknologi tersebut.

"Karena keputusan ini sangat krusial, kami harus mengujinya hingga dapat memutuskan apakah teknologi tersebut pilihan tepat atau bukan untuk sepak bola," kata sang presiden, yang terbang ke Cardiff menggunakan pesawat komersial.

Halaman:


Sumber Juara.net
Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kisah Perjuangan Kevin Cordon: Dari Aula Gereja ke Semifinal Olimpiade

Kisah Perjuangan Kevin Cordon: Dari Aula Gereja ke Semifinal Olimpiade

Badminton
Daftar 4 Besar dan Jadwal Semifinal Sepak Bola Olimpiade Tokyo 2020

Daftar 4 Besar dan Jadwal Semifinal Sepak Bola Olimpiade Tokyo 2020

Internasional
Hasil AC Monza vs Juventus, Bianconeri Juara Trofeo Berlusconi

Hasil AC Monza vs Juventus, Bianconeri Juara Trofeo Berlusconi

Liga Italia
Persib Berharap Segera Mendapat Izin Menggelar Latihan Tim

Persib Berharap Segera Mendapat Izin Menggelar Latihan Tim

Liga Indonesia
Link Live Streaming Olimpiade Tokyo, Misi Anthony Ginting ke Final

Link Live Streaming Olimpiade Tokyo, Misi Anthony Ginting ke Final

Badminton
Gagal Total di Olimpiade Tokyo 2020, Djokovic Terpukul dan Minta Maaf

Gagal Total di Olimpiade Tokyo 2020, Djokovic Terpukul dan Minta Maaf

Sports
Hak Terpenuhi, Para Pemain Persebaya Tetap Latihan di Tengah Libur Kompetisi

Hak Terpenuhi, Para Pemain Persebaya Tetap Latihan di Tengah Libur Kompetisi

Liga Indonesia
Klasemen Medali Olimpiade Tokyo - China Kokoh di Puncak, Indonesia Pastikan Tambah Medali

Klasemen Medali Olimpiade Tokyo - China Kokoh di Puncak, Indonesia Pastikan Tambah Medali

Sports
Legenda Indonesia Soroti Mental Marcus/Kevin di Olimpiade Tokyo 2020

Legenda Indonesia Soroti Mental Marcus/Kevin di Olimpiade Tokyo 2020

Badminton
Rexy Mainaky: Ahsan/Hendra Unggul Pengalaman di Olimpiade, tetapi...

Rexy Mainaky: Ahsan/Hendra Unggul Pengalaman di Olimpiade, tetapi...

Badminton
Semifinal Badminton Olimpiade Tokyo, Keunggulan Chen Long yang Wajib Diwaspadai Ginting

Semifinal Badminton Olimpiade Tokyo, Keunggulan Chen Long yang Wajib Diwaspadai Ginting

Badminton
Hasil Pramusim: AC Milan Imbang, Napoli Libas FC Bayern

Hasil Pramusim: AC Milan Imbang, Napoli Libas FC Bayern

Liga Italia
Jadwal Badminton Olimpiade Tokyo, Anthony Ginting Memburu Tiket Final

Jadwal Badminton Olimpiade Tokyo, Anthony Ginting Memburu Tiket Final

Badminton
Hasil Pramusim Barcelona: Sikat Stuttgart, Memphis Depay Bintang Utama

Hasil Pramusim Barcelona: Sikat Stuttgart, Memphis Depay Bintang Utama

Liga Spanyol
Klasemen Medali Olimpiade Tokyo: China Teratas, Indonesia Posisi ke-53

Klasemen Medali Olimpiade Tokyo: China Teratas, Indonesia Posisi ke-53

Sports
komentar di artikel lainnya
Close Ads X