Kompas.com - 05/03/2016, 22:09 WIB
Penyerang muda Manchester United, Marcus Rashford (kedua dari kiri), merayakan gol ke gawang Arsenal, pada laga lanjutan Premier League di Stadion Old Trafford, Minggu (28/2/2016). OLI SCARFF/AFPPenyerang muda Manchester United, Marcus Rashford (kedua dari kiri), merayakan gol ke gawang Arsenal, pada laga lanjutan Premier League di Stadion Old Trafford, Minggu (28/2/2016).
EditorJalu Wisnu Wirajati


Oleh: Gita Suwondo (beIN SPORTS Football Expert)

JAKARTA, KOMPAS.com - Sebuah klub besar akan selalu dituntut untuk berprestasi maksimal. Terutama, jika klub itu punya segudang prestasi sebelumnya dan memiliki jumlah pendukung yang sangat luar biasa di seluruh penjuru dunia.

Jadilah, sifat tidak sabaran pendukung dan ekspektasi berlebihan akan sangat mewarnai perjalanan tim tersebut, terlebih saat prestasinya menurun. Apalagi, jika faktornya adalah seorang manajer yang dianggap tidak berprestasi seperti pendahulunya.

Itulah yang melanda Manchester United dalam tiga musim belakangan ini, menyusul kepergian Sir Alex Ferguson pada pengujung musim 2012-2013.

David Moyes, sang pengganti tidak bertahan sampai satu musim. Dianggap kalah besar dengan para pemain, mantan pelatih Everton ini harus hengkang sebelum musim 2013-2014 usai.

Penggantinya sejak awal musim 2014-2015 hingga sekarang pun tak pernah lepas dari tekanan. Sekalipun, Louis van Gaal sudah mengembalikan Setan Merah ke Liga Champions, usai gagal masuk zona elite itu di bawah Moyes.

Namun, tersingkir di putaran grup Liga Champions dianggap sebagai kesalahan terbesar sang meneer. Ditambah lagi, sulitnya Red Devils kembali masuk zona Liga Champions di klasemen sementara Premier League hingga pekan ke-28 ini.

Prestasi lolos ke perempat final Piala FA atau bahkan lolos ke putaran 16 besar Liga Europa pun dipandang sebelah mata. Para pendukung membutuhkan sukses instan untuk bisa membuat mereka memandang kinerja mantan pelatih Barcelona, Bayern Muenchen, dan timnas Belanda ini.

Sebenarnya, jika mau dilihat lebih teliti, ada prestasi yang meningkat sejak kalah dari Sunderland pada pekan ke-26 lalu. Empat laga berturut-turut disemua kompetisi, Louis van Gaal mampu membawa asuhannya mencatat hasil 100 persen.

Bukan itu saja, dari laga melawan Midtjylland di Liga Europa dan kemenangan atas Arsenal di Old Trafford pekan lalu, hadir seorang anak muda yang bisa jadi masa depan Manchester United. Dialah Marcus Rashford.

Terlalu dini untuk mengatakan Rashford akan bersinar sepanjang sisa musim kompetisi. Namun, terbatasnya pilihan di lini depan, ketika Anthony Martial dan Wayne Rooney cedera ternyata mendatangkan opsi satu satunya yang justru membuahkan hasil.

Remaja yang baru akan berusia 19 tahun bulan Oktober mendatang itu menjebol gawang Midtjylland dan Arsenal masing masing dua gol dengan presisi seorang striker pengalaman.

Datang dari Fletcher Moss Junior Football Club, tempat remaja-remaja amatir dibina untuk menarik perhatian para pemandu bakat, seperti juga halnya Wes Brown, Danny Welbeck dan Ravel Morrison bagi Manchester United, Rashford cepat menarik perhatian Van Gaal.

Sebelum “terpaksa” diturunkan menghadapi Midtjylland pekan lalu, Rashford hanya pengisi bangku cadangan saat United tandang ke Watford dan Leicester City.

Cederanya Luke Shaw dan Marcos Rojo sebelum ini, membuat rekan sesama remaja dari Fletcher Moss juga, yaitu Cameron Borthwick-Jackson, lebih dahulu diturunkan oleh Van Gaal sebagai starter ketimbang Rashford.

Terbukti, sang bek kiri muda ini juga mampu memberikan kontribusi yang berarti menggantikan peran Shaw dan Rojo itu. Satu assist sejauh ini dibukukan oleh remaja kelahiran Manchester berusia 19 tahun ini.

Kembali ke Rashford. Saat United mampu mengalahkan Manchester City untuk mendapatkan tanda tangannya pada 2014, remaja ini langsung menunjukkan hasil di pasukan U-18 asuhan Paul McGuiness.

Pada laga UEFA Youth League, Rashford mencetak dua gol ke gawang PSV Eindhoven dan satu penalti menghadapi Wolfsburg. Pada Desember tahun lalu, usai menciptakan gol perdananya bagi Manchester United U-21 kegawang Leicester City , Rashford dipanggil van Gaal untuk berlatih bersama tim senior.

Mengundang banyak pujian, termasuk dari Nicky Butt yang sekarang menjabat sebagai Direktur Akademi Newcastle United, kekuatan pemain ini adalah kekuatan tendangan dan kerajinannya mencari posisi dalam peran no 10 yang selalu dimainkannya.

Rashford, walaupun yang paling menonjol sejauh ini, bukanlah satu satunya remaja yang bersinar di Old Trafford.

OLI SCARFF/AFP Manajer Manchester United, Louis van Gaal, berbincang dengan pemainnya, Daley Blind, seusai timnya menang 1-0 atas Watford, pada laga Premier League di Stadion Old Trafford, Rabu (2/3/2016) waktu setempat.

Beralih ke anak muda

Dalam dua minggu terakhir atau bahkan dalam dua bulan terakhir, terlihat bahwa Van Gaal banyak memalingkan harapannya kepada para pemain akademi atau juga pasukan U-18 dan U-21 yang dua musim lalu direkrut dari berbagai klub.

Selain Rashford dan Borthwick-Jackson yang mengisi posisi bek kiri, nama-nama lainnya adalah Timothy Fosu-Mensah, yang dibawa oleh Van Gaal dari Ajax Amsterdam ketika pertama kali datang ke Old Trafford.

Remaja berusia 18 tahun ini turun menggantikan Marcos Rojo saat laga melawan Arsenal dan tampil sebagai starter saat menghadapi Watford. Pemain kelahiran Amsterdam, 2 Januari 1998 ini mampu menjaga Odion Ighalo dan Troy Deeney dan menghasilkan tiga tackling bersih, satu intercept dan empat clearance.

Fosu-Mensah mampu bermain sebagai bek tengah ataupun gelandang bertahan. Kemampuannya akan sangat dibutuhkan United dalam 11 laga sisa dalam usaha Van Gaal menembus zona Liga Champion.

Dengan Tottenham Hotspur, Arsenal dan Manchester City mengalami kekalahan pada pekan ke-28, peluang United untuk kembali bermain di Liga Champions tetap terjaga.

Kuncinya, memaksimalkan para pemain muda ini di laga-laga yang di atas kertas wajib menghasilkan 3 poin, seperti saat tandang ke The Hawthorn, markas West Bromwich Albion, akhir pekan ini.

Musim lalu, Van Gaal tertahan oleh pasukan Tony Pulis di The Hawthorns. Rasa frustrasi Van Gaal terhadap permainan superdefensif ala Pulis dijawab dengan kecepatan para pemain mudanya.

Memaksimalkan situasi bola mati ketika mengalami kebuntuan seperti ketika Juan Mata meniptakan gol tunggal di Vicarage Road adalah solusi Red Devils terhadap tuntutan para pendukung.

Mungkin Class of 2016 ini bukanlah ciptaan akademi United seperti halnya Class of 1992. Namun, setidaknya Van Gaal punya peluang untuk menutup manis kepelatihannya di Old Trafford dengan setidaknya satu gelar.

Yang harus diingat, setidak mulus apa pun kiprahnya musim ini, Setan Merah masih punya peluang menembus empat besar, juara piala FA, dan bahkan Liga Eropa yang juga bisa jadi tiket ke Liga Champions.

Jawaban itu semua ada pada pasukan muda Class of 2016!

Prediksi: West Brom 45-55 Manchester United (Live, beINSports 1, Minggu (6/3/2016), 23.00 WIB)

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Jelang Timnas Indonesia Vs Australia di Piala Asia Wanita: Terkam Mereka, Hancurkan...

Jelang Timnas Indonesia Vs Australia di Piala Asia Wanita: Terkam Mereka, Hancurkan...

Liga Indonesia
Disebut Butuh “Superman”, Timnas Malaysia Ikuti Jejak Indonesia dan Tunjuk Pelatih asal Korea Selatan

Disebut Butuh “Superman”, Timnas Malaysia Ikuti Jejak Indonesia dan Tunjuk Pelatih asal Korea Selatan

Liga Indonesia
Link Live Streaming Timnas Indonesia Vs Australia, Kickoff 17.00 WIB

Link Live Streaming Timnas Indonesia Vs Australia, Kickoff 17.00 WIB

Liga Indonesia
Aljazair Tersingkir dari Piala Afrika, “Liburan Spesial” Riyad Mahrez Dituding Biang Kegagalan

Aljazair Tersingkir dari Piala Afrika, “Liburan Spesial” Riyad Mahrez Dituding Biang Kegagalan

Internasional
Apa Itu FIFA Matchday?

Apa Itu FIFA Matchday?

Sports
Jelang MotoGP Indonesia 2022, Terjadi Perubahan di Direksi MGPA

Jelang MotoGP Indonesia 2022, Terjadi Perubahan di Direksi MGPA

Motogp
Tertinggal 83 Peringkat dari Australia, Timnas Putri Indonesia Tak Percaya Kemustahilan

Tertinggal 83 Peringkat dari Australia, Timnas Putri Indonesia Tak Percaya Kemustahilan

Liga Indonesia
Profil Kim Pan Gon: Pelatih Baru Malaysia, Eks Atasan Shin Tae-yong

Profil Kim Pan Gon: Pelatih Baru Malaysia, Eks Atasan Shin Tae-yong

Sports
Merah Putih Kembali Berkibar, Eko Yuli Irawan Apresiasi Raja Sapta dan Tim Satgas

Merah Putih Kembali Berkibar, Eko Yuli Irawan Apresiasi Raja Sapta dan Tim Satgas

Sports
Klasemen Liga Inggris 2021-2022

Klasemen Liga Inggris 2021-2022

Sports
Timnas Malaysia Resmi Tunjuk Pelatih Baru asal Korea Selatan

Timnas Malaysia Resmi Tunjuk Pelatih Baru asal Korea Selatan

Liga Indonesia
Man United Vs West Ham: Dipimpin Jonathan Moss, Setan Merah Punya Memori Untung dan Buntung

Man United Vs West Ham: Dipimpin Jonathan Moss, Setan Merah Punya Memori Untung dan Buntung

Liga Inggris
Piala Asia Wanita: Pelatih Australia Membumi, Waspadai 2 Hal dari Timnas Indonesia

Piala Asia Wanita: Pelatih Australia Membumi, Waspadai 2 Hal dari Timnas Indonesia

Liga Indonesia
Mantan Pemain Timnas U16 Sakit Kronis Usai Jatuh, Didiagnosis Penyumbatan Otak

Mantan Pemain Timnas U16 Sakit Kronis Usai Jatuh, Didiagnosis Penyumbatan Otak

Liga Indonesia
Link Live Streaming Timnas Indonesia Vs Australia di Piala Asia Wanita

Link Live Streaming Timnas Indonesia Vs Australia di Piala Asia Wanita

Liga Indonesia
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.