Alfa dan Omega untuk Carlo Ancelotti

Kompas.com - 10/02/2016, 19:49 WIB
Salah satu ekspresi pelatih Real Madrid, Carlo Ancelotti, kala mendampingi timnya melakoni pertandingan leg kedua semifinal Liga Champions melawan Juventus, di Santiago Bernabeu, Madrid, Rabu (13/5/2015). Laga itu berakhir 1-1. Madrid pun tersingkir, karena pada leg pertama kalah 1-2. Kini, Ancelotti sudah resmi menjadi pelatih Bayern Muenchen setelah diumumkan pada Minggu (20/12/2015), menggantikan Pep Guardiola, yang mundur pada akhir musim. AFP PHOTO/ GERARD JULIENSalah satu ekspresi pelatih Real Madrid, Carlo Ancelotti, kala mendampingi timnya melakoni pertandingan leg kedua semifinal Liga Champions melawan Juventus, di Santiago Bernabeu, Madrid, Rabu (13/5/2015). Laga itu berakhir 1-1. Madrid pun tersingkir, karena pada leg pertama kalah 1-2. Kini, Ancelotti sudah resmi menjadi pelatih Bayern Muenchen setelah diumumkan pada Minggu (20/12/2015), menggantikan Pep Guardiola, yang mundur pada akhir musim.
|
EditorAloysius Gonsaga AE

KOMPAS.com - Carlo Ancelotti berniat mengakhiri karier sebagai pelatih tim nasional Italia. Sebab, bersama Gli Azzurri pula, dia memulai karier kepelatihan.

Dia sempat menjadi asisten Arrigo Sacchi di timnas Italia dari 1992 hingga 1995. Keduanya mengantarkan Italia mencapai final Piala Dunia 1994.

"Untuk tim nasional Italia, saya akan menunggu hingga usia 71. Saya memulai karier bersama Sacchi di Italia dan bisa mengakhirinya di sana," kata Ancelotti.

Ancelotti memang harus bersabar untuk merealisasikan mimpinya. Dia terlanjur menyepakati kontrak dengan Bayern Muenchen dari Juli 2016 hingga Juni 2019.

Sementara itu, jabatan pelatih Gli Azzurri masih dipegang oleh Antonio Conte minimal sampai 30 Juni 2016.

"Tentu saja, saya harus terus bekerja hingga sepuluh tahun ke depan hingga 2026. Saat mencapainya, saya akan memikirkan pekerjaan bersama Italia," tutur pria berusia 56 tahun ini.

Baca juga: Pelukan Ancelotti untuk 2 Bintang Madrid dan Pujian kepada Zidane

Sepanjang kariernya, Ancelotti menjajal lima negara, yaitu Italia, Inggris, Perancis, Spanyol, dan Jerman. Di empat negara pertama, dia selalu meraih trofi.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X