BOPI Terancam Dibubarkan

Kompas.com - 28/01/2016, 21:59 WIB
Ketua BOPI, Noor Aman, menerima perwakilan Persipura Jayapura di kantor Kemenpora, Kamis (28/5/2015). Ferril DennysKetua BOPI, Noor Aman, menerima perwakilan Persipura Jayapura di kantor Kemenpora, Kamis (28/5/2015).
|
EditorAloysius Gonsaga AE


JAKARTA, KOMPAS.com — Badan Olahraga Profesional Indonesia (BOPI) terancam dibubarkan menyusul rekomendasi dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi.

"Jadi, bukan hanya BOPI dan BSANK (Badan Standardisasi dan Akreditasi Nasional Keolahragaan). Untuk itu, besok pagi, sejumlah kementerian akan diundang rapat di kantor Menko Polhukam pukul 10.00, khusus untuk bahas semua itu," kata Kepala Komunikasi Publik Kemenpora Gatot S Dewa Broto, Kamis (28/1/2016).

Kemenpora, lanjut Gatot, sudah menyiapkan justifikasi karena BOPI lembaga legal dan memiliki dasar hukum. "BOPI juga dibentuk melalui permenpora," tuturnya.

Menurut Gatot, BOPI merupakan lembaga yang cukup bermanfaat. Salah satunya saat verifikasi jelang Indonesia Super League (ISL) 2015. BOPI juga menolak memberikan rekomendasi terhadap penyelenggaraan ISL 2016. 

"Apa yang dilakukan BOPI tidak mengada-ada. Jika tempo hari BOPI permisif dalam verifikasi, maka banyak klub yang bolong-bolong dalam memenuhi peraturan FIFA Club Licensing Regulation dan PSSI Club Licensing Regulation," ujarnya.   

"Bahwasanya dulu BOPI gampang dilewati, itu lain cerita. Apa mau, kita kembali ke masa lalu, ketika aturan FIFA itu sendiri tidak dipatuhi? Kalau cukup PSSI yang verifikasi, buktinya, tempo hari kurang efektif hasilnya," sambungnya.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X