Kompas.com - 12/01/2016, 19:17 WIB
Gelandang Persib Bandung, Dedi Kusnandar, saat berlatih di Pusat Pendidikan Polisi Militer (Pusdikpom) Cimahi, Sabtu (28/3/2015) sore. Ferril DennysGelandang Persib Bandung, Dedi Kusnandar, saat berlatih di Pusat Pendidikan Polisi Militer (Pusdikpom) Cimahi, Sabtu (28/3/2015) sore.
|
EditorAloysius Gonsaga AE
BANDUNG, KOMPAS.com - Gelandang Persib Bandung Dedi Kusnandar dipastikan berlabuh di klub Malaysia, Sabah FA. Kepastisan itu didapat usai Dedi sukses menjalani trial selama sepekan di negeri jiran.

Keputusan Dedi didukung penuh pelatih Persib Djadjang Nurdjaman. Menurut dia, keputusan Dedi dinilai tepat pada saat kompetisi di Indonesia tak jelas. Djadjang menilai, kepergian Dedi merupakan efek dari tidak adanya kompetisi di Indonesia.

"Ini semua efek dari situasi sepak bola yang begini. Dengan berat hati saya harus merelakan. Dedi butuh masa depan karena umur sebagai pesepak bola kan terbatas jadi ketika kita halangi pun tidak bisa," kata Djadjang, di Bandung, Selasa (12/1/2016).

Djanur, sapaan akrabnya, mengaku cukup sedih dengan kepergian Dedi. Dia berharap, Dedi bisa menorehkan catatan emas di Liga Malaysia.

"Perasaannya campur aduk. Senangnya dia fenomenal, pemain asal Bandung kedua yang main di Malaysia setelah Robbi Darwis. Beratnya ya itu tadi dia aset Persib Bandung," tuturnya.

Jika melihat kemampuan Dedi, Djanur menilai pria yang akrab disapa Dado itu bisa menjadi pemain penting untuk Sabah FA.

"Dia punya ketenangan dan visi bermain, bisa mendistribusikan bola dengan baik menjadi serangan, mainnya simple. Bisa saja dia jadi bintang karena itu tadi saya sudah melihatnya sejak kecil," ungkapnya.

Djanur berharap, jika kompetisi liga Indonesia kembali bergulir, Dedi bisa kembali bergabung bersama Persib.

"Kalau sekarang ya silakan lah mumpung sepak bola lagi begini. Dedi sangat mungkin balik lagi ke sini," tambah Djanur.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.