Kompas.com - 19/12/2015, 20:17 WIB
Penjaga gawang Persib Bandung I Made Wirawan (kanan) mengamankan bola dari incaran pemain Sriwijaya FC Rizsy Dwi dalam final Piala Presiden 2015 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Minggu (18/10/2015). KOMPAS / WAWAN H PRABOWOPenjaga gawang Persib Bandung I Made Wirawan (kanan) mengamankan bola dari incaran pemain Sriwijaya FC Rizsy Dwi dalam final Piala Presiden 2015 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Minggu (18/10/2015).
EditorAloysius Gonsaga AE

PALEMBANG, Kompas.com - Sriwijaya FC membantu Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan mempromosikan Asian Games ke-18 di Palembang tahun 2018. Klub ini mengagendakan pertandingan persahabatan di sejumlah daerah pada 2016.

Direktur Pemasaran dan Promosi PT Sriwijaya Optimis Mandiri Nirmala Dewi mengatakan, kegiatan ini dapat dilakukan karena terjadi kekosongan kompetisi di Indonesia yang diperkirakan masih berlanjut pada 2016.

"Kekosongan kompetisi membuat tim agak sedikit lowong jadwalnya. Rencananya di sela-sela turnamen terbuka akan digelar beberapa kegiatan promosi Asian Games. Seperti diketahui Sriwijaya FC sebagai tim asal Sumatera Selatan yang sekaligus sudah menjadi duta daerah," kata Nirmala di Pelambang, Sabtu (19/12/2015).

Tim sudah memutuskan akan mengikuti empat turnamen terbuka pada 2016, yakni, Marahalim Cup, Piala Gubernur Jatim, Piala Walikota Padang dan Piala Kapolri Cup. Saat ini, manajemen tim sedang meracik komposisi pemain untuk memperkuat tim pada tahun mendatang.

"Rencananya, tim sudah mulai latihan di Palembang pada Januari," kata dia.

Setelah kompetisi profesional sepak bola Indonesia Super League 2015 dihentikan oleh PT Liga Indonesia (operator kompetisi) pada 3 Mei 2015, Sriwijaya mengikuti dua turnamen terbuka untuk menyambung keberlangsungan klub yakni Piala Presiden dan Piala Jenderal Sudirman.

Pada 2016, manajemen klub terpaksa menyiapkan agenda sendiri untuk mengisi kegiatan selain mengikuti turnamen terbuka.

Manajer Sriwijaya FC Nasrun Umar mengatakan, meski hanya berkutat pada turnamen terbuka tetapi manajemen klub tetap menargetkan juara.

"Manajemen sudah sepakat bahwa Sriwijaya FC harus tetap eksis, jadi sedapat mungkin ikut serta semua turnamen. Para pemain tidak perlu khawatir karena kontrak diberlakukan bukan per pertandingan seperti tarkam tapi bisa per tiga bulan atau per enam bulan. Kami ingin lebih manusiawi terhadap pemain," kata dia.



Sumber Antara
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X