Laga Klasik di Hannover Urung Terjadi

Kompas.com - 18/11/2015, 05:20 WIB
Stadion Hannover, tempat Jerman vs Belanda berlangsung dikosongkan dua jam sebelum laga, Selasa (17/11/2015). JULIAN STRATENSCHULTE/AFPStadion Hannover, tempat Jerman vs Belanda berlangsung dikosongkan dua jam sebelum laga, Selasa (17/11/2015).
EditorJalu Wisnu Wirajati


HANNOVER, KOMPAS.com
- Laga klasik antara Jerman dan Belanda yang sedianya dilangsungkan di HDI Arena, Selasa (17/11/2015) malam atau Rabu 02.45 WIB, urung dilangsungkan karena ancaman keamanan.

Evakuasi penonton dilakukan bahkan 2 jam sebelum pertandingan dimulai. Mereka diminta untuk keluar stadion dengan cepat, tetapi jangan panik.

"Kami mendapatkan laporan akan adanya ancaman terhadap keamanan," kata Volker Kluwe, kepala kepolisian setempat, seperti dilansir BBC.

Putusan pembatalan pertandingan juga datang dari Pemerintah Jerman.

"Pembatalan pertandingan ini atas rekomendasi saya. Sebab, ada ancaman tingkat tinggi di Jerman dan Eropa," ucap Menteri Dalam Negeri Thomas de Maiziere.

Kanselir Jerman, Angela Merkel, sejumlah pejabat kementerian Jerman dan Belanda termasuk di antara 49.000 penonton yang akan menyaksikan laga tersebut. Bersama para pemain, mereka dievakuasi dengan pengamanan ketat dari pihak kepolisian.

"Para pemain telah dibawa ke tempat yang aman. Namun, kami belum bisa menginformasikan hal lain pada saat ini," kicau Jens Grittner, juru bicara timnas Jerman.

Diberitakan sejumlah media Jerman, ancaman bom itu muncul saat ada objek mencurigakan di stasiun Hannover. Stasiun itu lantas ditutup untuk penyelidikan lebih lanjut.

Namun, menurut Menteri Negara Bagian Lower Saxony, sejauh ini, belum ada orang mencurigakan yang ditangkap dan penemuan bom.

"Ini adalah hari tersedih dalam sepak bola," kata Reinhard Rauball, Presiden Liga Jerman.

Laga Jerman vs Belanda bukanlah satu-satunya pertandingan persahabatan yang dibatalkan pada Selasa malam ini.

Sebelumnya, Belgia telah memutuskan membatalkan laga versus Spanyol karena ada salah seorang warga negaranya yang terduga menjadi otak insiden penembakan dan penyerangan di Paris, Jumat (13/11/2015).

Pada saat terjadi insiden di Paris, timnas Jerman tengah menghadapi tuan rumah Perancis di Stade de France. Suara bom bahkan terdengar pada tengah-tengah pertandingan.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X