Kompas.com - 07/11/2015, 21:27 WIB
Suporter garis keras atau ultras AS Roma pada laga Liga Champions menghadapi Bayer Leverkusen (4/11/2015). ANDREAS SOLARO/AFPSuporter garis keras atau ultras AS Roma pada laga Liga Champions menghadapi Bayer Leverkusen (4/11/2015).
|
EditorJalu Wisnu Wirajati


ROMA, KOMPAS.com
- Pelatih AS Roma, Rudi Garcia, menyesali keputusan suporter ultras memboikot partai derbi melawan Lazio pada lanjutan Serie A di Stadion Olimpico, Minggu (8/11/2015).

Kepolisian Roma bakal menerapkan sistem keamanan baru di stadion. Setiap kedua tim bertemu, suporter masing-masing akan menempati tribun terpisah. Hal ini bertujuan untuk memudahkan identifikasi terhadap suporter yang membuat onar.

Suporter garis keras kedua tim menolak. Mereka pun memutuskan tak hadir pada laga bertajuk Derby della Capitale ini. Diperkirakan, stadion hanya diisi sekitar 35.000 penonton atau separuh dari kapasitas maksimal.

"Satu-satunya hal yang menyedihkan adalah kemungkinan stadion tak terisi penuh pada pertandingan besok. Saya sudah memberikan sedikit pendapat dan mengajukan permintaan," kata Garcia.

Di mata Garcia, boikot ultras bukanlah satu-satunya kekecewaannya. Dia juga merasa kedua tim tak diuntungkan karena melakoni partai kompetisi antarklub Eropa pada tengah pekan.

"Menilik fisik, kedua tim tak berada dalam kondisi seratus persen. Ini bukanlah keuntungan baik bagi kami maupun mereka," tutur Garcia.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email



Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X