Kompas.com - 20/10/2015, 19:19 WIB
Seorang mantan Pemain PSS Sleman (kiri) berbicara dalam Talk Show Kupas Tuntas Kasus Sepak Bola Gajah PSIS Semarang VS PSS Sleman, Kamis (29/7), di Hotel Merapi Merbabu, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Pada acara yang digelar Forum Diskusi Suporter Indonesia itu, ada empat mantan pemain PSS Sleman yang menjelaskan kronologi pertandingan tidak sportif antara PSS versus PSIS di babak delapan besar kompetisi sepak bola Divisi Utama Liga Indonesia pada 26 Oktober 2014 di Stadion Sasana Krida Akademi Angkatan Udara, Yogyakarta. KOMPAS/HARIS FIRDAUSSeorang mantan Pemain PSS Sleman (kiri) berbicara dalam Talk Show Kupas Tuntas Kasus Sepak Bola Gajah PSIS Semarang VS PSS Sleman, Kamis (29/7), di Hotel Merapi Merbabu, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Pada acara yang digelar Forum Diskusi Suporter Indonesia itu, ada empat mantan pemain PSS Sleman yang menjelaskan kronologi pertandingan tidak sportif antara PSS versus PSIS di babak delapan besar kompetisi sepak bola Divisi Utama Liga Indonesia pada 26 Oktober 2014 di Stadion Sasana Krida Akademi Angkatan Udara, Yogyakarta.
EditorAloysius Gonsaga AE
JAKARTA, KOMPAS.com — Komisi Disiplin Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) menetapkan hukuman baru terhadap sejumlah manajer dan pelatih sepak bola di Tanah Air. Menurut siaran pers situs resmi PSSI yang dikutip di Jakarta, Selasa (20/10/2015), induk organisasi sepak bola Indonesia yang tengah dibekukan tersebut menjatuhkan hukuman kepada Supardjiono, Bambang Suryo (BS), Gunawan, dan Agus Yuwono.

Mantan Manajer PSS Sleman Supardjiono dilarang beraktivitas dalam kegiatan yang terkait sepak bola di lingkungan PSSI seumur hidup. "Untuk Manajer PSS saat laga melawan PSIS tanggal 26 Oktober 2014, ia seharusnya mampu mencegah kejadian tersebut," kata Ketua Komdis PSSI Ahmad Yulianto.

Sebelumnya, "sepak bola gajah" terjadi dalam laga babak delapan besar Divisi Utama yang mempertemukan PSIS Semarang melawan PSS Sleman di Sasana Krida Akademi Angkatan Udara (AAU) pada Minggu, 26 Oktober 2014 lalu. Pada laga tersebut, PSS menang 3-2 dengan lima gol yang tercipta merupakan hasil gol bunuh diri. Peristiwa "sepak bola gajah" tersebut terjadi karena muncul instruksi agar menghindari tim kuat, Borneo FC, pada babak berikutnya.

Bambang Suryo dan mantan pelatih Persipur Purwodadi, Gunawan, juga mendapatkan hukuman dilarang beraktivitas dalam kegiatan yang terkait sepak bola di lingkungan PSSI seumur hidup. Bambang Suryo sebelumnya sempat dipanggil menyusul pernyataannya kepada media soal pengaturan skor sepak bola Indonesia.

"Mereka itu berbohong, katanya mau membantu PSSI untuk mengungkapkan judi dan rantai match fixing, tetapi hingga saat ini tidak membantu," kata Yulianto.

Sementara itu, pelatih Agus Yuwono mendapatkan larangan beraktivitas dalam kegiatan yang terkait sepak bola di lingkungan PSSI selama lima tahun.

"Agus Yuwono kami panggil terus, tetapi sampai sekarang tidak bisa hadir memenuhi panggilan Komdis. Padahal, kami butuh keterangan dari dia," ungkap Yulianto.

Mantan pelatih Gresik United Agus Yuwono mendapatkan hukuman setelah sempat membuat pernyataan yang mengklaim pihak Gresik United terlibat pengaturan skor pada Indonesia Super League 2014-2015.

Hukuman yang diberikan Komdis PSSI terhadap masing-masing pribadi tersebut dapat dibanding.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber Antara
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kontroversi Piala Afrika: 8 Korban Tewas, Wasit, hingga Diskriminasi

Kontroversi Piala Afrika: 8 Korban Tewas, Wasit, hingga Diskriminasi

Internasional
Ketika Sean Gelael Tegur Jerome Polin soal Pebalap Indonesia...

Ketika Sean Gelael Tegur Jerome Polin soal Pebalap Indonesia...

Sports
Lee Zii Jia: Berseteru dengan BAM, Dilarang Berkompetisi 2 Tahun, Kini Diizinkan Jadi Profesional

Lee Zii Jia: Berseteru dengan BAM, Dilarang Berkompetisi 2 Tahun, Kini Diizinkan Jadi Profesional

Badminton
Persita Vs Persija Jakarta, Andritany Sadar Tim Sedang Tidak Baik-baik Saja

Persita Vs Persija Jakarta, Andritany Sadar Tim Sedang Tidak Baik-baik Saja

Liga Indonesia
Diterapkan Shin Tae-yong di Timnas Indonesia, Apa Itu Inverted Full-back?

Diterapkan Shin Tae-yong di Timnas Indonesia, Apa Itu Inverted Full-back?

Sports
Buntut Tragedi Berdarah di Stadion, Venue Perempat Final Piala Afrika Dipindahkan

Buntut Tragedi Berdarah di Stadion, Venue Perempat Final Piala Afrika Dipindahkan

Internasional
Pengalengan, Calon Lokasi Pelatnas Atletik Indonesia

Pengalengan, Calon Lokasi Pelatnas Atletik Indonesia

Sports
PB PASI dan Kementerian PUPR Kerja Sama Pengembangan Atletik di Indonesia

PB PASI dan Kementerian PUPR Kerja Sama Pengembangan Atletik di Indonesia

Sports
Lolos ke Semifinal Australia Open, Rafael Nadal Dituding Dibantu Wasit

Lolos ke Semifinal Australia Open, Rafael Nadal Dituding Dibantu Wasit

Sports
Faktor yang Paling Berpengaruh dalam Gerakan Sikap Lilin

Faktor yang Paling Berpengaruh dalam Gerakan Sikap Lilin

Sports
Target Balotelli Usai Dipanggil Timnas Italia Lagi Setelah 3 Tahun

Target Balotelli Usai Dipanggil Timnas Italia Lagi Setelah 3 Tahun

Liga Italia
Pengembangan Atletik di Indonesia Hadapi Tantangan Covid-19

Pengembangan Atletik di Indonesia Hadapi Tantangan Covid-19

Sports
Sepakat dengan Fiorentina, Juventus Siap Tebus Dusan Vlahovic Rp 1,2 Triliun!

Sepakat dengan Fiorentina, Juventus Siap Tebus Dusan Vlahovic Rp 1,2 Triliun!

Liga Italia
Ada Fokus Atletik di Indonesia Menjadi Industri

Ada Fokus Atletik di Indonesia Menjadi Industri

Sports
Selangkah Lagi Membelot ke Juventus, Vlahovic Diteror Fans Fiorentina

Selangkah Lagi Membelot ke Juventus, Vlahovic Diteror Fans Fiorentina

Liga Italia
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.