Kompas.com - 11/10/2015, 02:43 WIB
Salah satu koreografi yang ditampilkan Bobotoh saat mendukung Persib Bandung melawan tamunya Pusamania Borneo FC pada semifinal kedua Piala Presiden 2015 di Stadion Si Jalak Harupat, Soreang, Bandung, Jawa Barat, Sabtu (26/9/2015). Herka Yanis Pangaribowo/BOLASalah satu koreografi yang ditampilkan Bobotoh saat mendukung Persib Bandung melawan tamunya Pusamania Borneo FC pada semifinal kedua Piala Presiden 2015 di Stadion Si Jalak Harupat, Soreang, Bandung, Jawa Barat, Sabtu (26/9/2015).
|
EditorJalu Wisnu Wirajati

BANDUNG, KOMPAS.com - Pertandingan Persib Bandung melawan Mitra Kukar dalam semifinal kedua Piala Presiden 2015 yang digelar di Stadion Si Jalak Harupat, Kabupaten Bandung, Jawa Barat Sabtu (10/10/2015) menyimpan kesan tersendiri bagi gelandang Persib Firman Utina.

Hal pertama tentu saja terkait kemenangan. Persib menang 3-1 berkat gol bunuh diri OK John, tendangan Atep, dan tembakan Ilija Spasojevic. Namun, menurut Firman, kemenangan itu tak lepas dari dukungan suporter fanatik Persib atau bobotoh. 

Ditemui seusai pertandingan Firman mengaku merinding melihat lonjakan bobotoh. Firman terkesan dengan animo bobotoh yang tanpa lelah mendukung Persib hingga akhir pertandingan. Dalam pertandingan tersebut, ribuat penonton terpaksa menonton pertandingan via layar lebar  di luar lapangan lantaran tak tertampung kapasitas stadion.

"Aku mewakili teman-teman pemain mengucapkan banyak terima kasih kepada para suporter yang memebludak. Sampai ada yang mengatakan tiket habis, hingga sampai menginap di mess Persib, itu membuat kami merinding," tutur Firman.

Menurut Firman, dukungan suporter itu menjadi motivasi agar para pemain tampil total. Dia menilai, pertandingan melawan Mitra Kukar sangat menguras energi dan pikiran. Para pemain, kata Firman, mempunyai beban harus memenangi pertandingan dengan selisih dua gol.

Dia menambahkan, tekanan untuk meraih kemenangan membuat rekan-rekannya terbebani. Pada pertandingan tadi, kata Firman, para pemain sempat frustrasi saat tercipta gol balasan dari Carlos Raul. Beberapa pemain bahkan terlibat adu argumen.

"Kami bermain demi bobotoh. Mereka susah payah datang ke stadion. Sebab itu, pemain tida berleha-leha. Kami selalu berpikir memberikan 100 persen di lapangan. Itu terbukti pada malam hari ini," ucapnya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Pemain bernomor kostum 15 itu meminta agar rekan-rekannya tidak larut dalam euforia. Para pemain, kata Firman, mesti kembali bersiap menatap laga pamungkas. "Insya Allah ada satu pertandingan lagi, mudahan-mudahan kami tidak over confidence. Jangan terlalu euforia karena masih ada satu pertandingan lagi," ucapnya.  

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.