Kompas.com - 09/10/2015, 05:40 WIB
Issa Hayatou (kiri) menjadi Presiden FIFA untuk sementara lantaran Sepp Blatter tengah menjalani penyelidikan. FABRICE COFFRINI/AFPIssa Hayatou (kiri) menjadi Presiden FIFA untuk sementara lantaran Sepp Blatter tengah menjalani penyelidikan.
EditorJalu Wisnu Wirajati


KOMPAS.com
- Presiden Federasi Sepak Bola Afrika (CAF), Issa Hayatou, bakal menjadi pejabat sementara Presiden FIFA. Mantan atlet lari Kamerun itu mengisi pos yang ditinggalkan Blatter.

Komisi Etik menjatuhi skors terhadap Blatter - juga Wakil Presiden Michel Platini dan Sekretaris Umum Jerome Valcke, Kamis (8/10/2015). Blatter dilarang terlibat untuk urusan sepak bola selama 90 hari.

Langkah menonaktifkan Sepp Blatter, Jerome Valcke, dan Michel Platini diperlukan untuk melakukan investigasi terkait dugaan tindak korupsi. Ada dua kasus yang ditengarai melibatkan Blatter.

Kasus pertama, Blatter menandatangani kontrak dengan Asosiasi Sepak Bola Karibia pada 12 September 2015. Kontrak ini diduga tak menguntungkan bagi FIFA. Pada kasus lainnya, Blatter diduga melakukan pembayaran disloyal untuk Presiden UEFA, Michel Platini.

"Alasan diambilnya keputusan ini adalah terkait proses investigasi yang sedang dilakukan tim Komite Etik," tulis pernyataan resmi FIFA.

Agar roda organisasi tetap berjalan, FIFA kemudian menunjuk Hayatou sebagai pejabat presiden sementara. Dia memang menjadi sosok paling berpengalaman di jajaran petinggi FIFA lantaran sudah berada di lingkaran tersebut sejak 1990-an.

"Saya akan menjalani peran ini untuk sementara. Presiden baru akan dipilih melalui Kongres Luar Biasa pada 26 Februari 2006. Saya pun menegaskan bahwa tidak akan maju dalam pencalonan tersebut," ujar Hayatou.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Hingga Kongres Luar Biasa nanti, saya akan menunjukkan usaha terbaik untuk organisasi ini. Apalagi, FIFA saat ini masih dalam proses mereformasi diri. Kami juga akan berperan aktif membantu tim investigasi," kata mantan penantang Blatter saat pencalonan Presiden FIFA pada 2002 ini.

Hayatou sudah memimpin CAF selama 27 tahun. Saat ini, dia masih berada di Yaounde, ibu kota Kamerun. Namun, dia kemungkinan bakal segera terbang ke Zurich, markas FIFA.

Baca tentang


Sumber Juara.net
Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X