Kompas.com - 28/09/2015, 19:03 WIB
Para pemain Bonek FC (Persebaya United) saat memprotes putusan wasit pada laga versus Sriwijaya FC, Minggu (27/9/2015). NajimPara pemain Bonek FC (Persebaya United) saat memprotes putusan wasit pada laga versus Sriwijaya FC, Minggu (27/9/2015).
|
EditorJalu Wisnu Wirajati

JAKARTA, KOMPAS.com - Bonek FC terancam mendapatkan hukuman denda minimal sekitar Rp 100 juta dari Mahaka Sports and Entertainment selaku penyelenggara Piala Presiden 2015.

Ancaman denda tersebut terkait keputusan Bonek FC melakukan walk out pada perempat final Piala kedua Piala Presiden 2015 melawan Sriwijaya FC, di Stadion Gelora Jakabaring, Minggu (27/9/2015).

"Mereka melanggar pasal 35 Komisi Disiplin Piala Presiden. Dendanya minimal Rp 100 juta. Besok kami umumkan sebulum undian," kata CEO Mahaka Sports and Entertainment, Hasani Abdulgani, kepada Kompas.com, Senin (28/9/2015).

Bonek FC melakukan WO menyusul keputusan wasit Jerry Eli memberikan penalti kepada Sriwijaya pada menit ke-11. Wasit menganggap tendangan Rizky Dwi Ramadhana mengenai lengan pemain bertahan Bonek FC. Namun dari tayangan ulang, bola hanya mengenai dada kiri.

Pertandingan pun terhenti. Para pemain Bonek FC masuk ke kamar ganti. Wasit memberikan tenggat 5 menit kepada para pemain Bonek FC untuk kembali ke lapangan. Namun, para pemain Bonek FC bergeming.

Hasani menilai, Bonek FC seharusnya tidak melakukan WO. Terkait ketidakpuasan kinerja wasit, Hasani berpendapat, Bonek FC bisa mengajukan keberatan kepada pihaknya.

"Apa pun keputusan wasit baik salah atau benar, WO adalah hal yang salah. Puas atau tidak puas dengan kinerja wasit kan ada prosedurnya mereka mengajukan keberatan. Kalau sepakat ikut turnamen, ya harus ikut aturan," tegasnya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Hasani menjelaskan, banyak pihak yang telah dirugikan dengan keputusan Bonek FC tersebut. "Penonton dirugikan karena mereka telah bayar tiket dan kami sebagai promotor juga terancam membayar denda kepada sponsor," ujarnya.

Tak ingin kejadian ini terulang, Hasani bakal menyodorkan klausul baru bagi semifinalis. Peserta tersisa harus mengembalikan uang yang diberikan sepanjang turnamen apabila mundur pada tengah pertandingan.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.