Pengungsi Suriah yang Dijegal Juru Kamera Bertemu Ronaldo

Kompas.com - 19/09/2015, 20:58 WIB
Osama Abdul Mohsen (tengah), migran asal Suriah, bersama dua putranya, Zaid dan Mohammed al-Ghadabe (kanan), di depan rumah baru mereka di Getafe, Spanyol, Kamis (17/9). Mohsen ditawari jabatan pelatih di sekolah sepak bola Getafe setelah terekam kamera terjatuh bersama Zaid karena disandung perempuan juru kamera saat melarikan diri dari kejaran polisi di Hongaria.
REUTERS/Andrea Comas Osama Abdul Mohsen (tengah), migran asal Suriah, bersama dua putranya, Zaid dan Mohammed al-Ghadabe (kanan), di depan rumah baru mereka di Getafe, Spanyol, Kamis (17/9). Mohsen ditawari jabatan pelatih di sekolah sepak bola Getafe setelah terekam kamera terjatuh bersama Zaid karena disandung perempuan juru kamera saat melarikan diri dari kejaran polisi di Hongaria.
EditorAloysius Gonsaga AE
KOMPAS.com - Pengungsi Suriah yang sempat tertendang oleh seorang perempuan juru kamera di Hongaria, Osama Abdul Mohsen, mewujudkan impiannya. Dia dan keluarganya bisa masuk stadion Santiago Bernabeu dan bertemu bintang Los Blancos, Cristiano Ronaldo.

Kisah tentang Mohsen ini menjadi pusat perhatian setelah dia mengalami peristiwa yang kurang sedap. Pada 9 September, perempuan juru kamera televisi N1TV Hongaria, Petra Laszlo, terekam kamera menjulurkan kaki dan menjegal Mohsen yang lari menghindari aparat sambil menggendong anaknya, Zaid. Akibatnya, ia dan Zaid jatuh tersungkur.

Rekaman peristiwa itu menjadi viral dan mengundang kemarahan seluruh dunia. Laszlo pun dipecat dari pekerjaannya. Setelah Mohsen dan anaknya tiba di Muenchen, muncul laporan di media Jerman bahwa ia sebenarnya mantan pelatih klub Divisi Utama Suriah, Al-Fotuwa.

Kemudian, Presiden Madrid Florentino Perez mengundang Mohsen dan keluarganya untuk menikmati tur Santiago Bernabeu pada Kamis (17/9/2015). Mereka juga diundang menghadiri latihan tim utama sebelum pertandingan melawan Granada pada Sabtu (19/9) ini, sehingga bisa bertemu pelatih Rafael Benitez dan Ronaldo.

"Ini merupakan mimpi yang menjadi nyata. Saya mencintai Real Madrid, mereka adalah tim favoritku, begitu juga dengan seluruh keluargaku," ujar Mohsen.

"Saya sangat berterima kasih atas sambutan yang diberikan kepada kami oleh presiden. Di Suriah, kami bermimpi melihat pertandingan Real Madrid secara langsung dan sekarang terjadi. Saya sangat bahagia."



Sumber Goal
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X