Kompas.com - 21/08/2015, 16:05 WIB
Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Imam Nahrawi, didampingi Mantan Ketua Umum PSSI, Djohar Arifin (kanan), dan  Staf Ahli Menpora, Faisal Abdullah (kiri), memberikan keterangan pers di Kantor Kemenpora, Selasa (23/6/2015). Ferril DennysMenteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Imam Nahrawi, didampingi Mantan Ketua Umum PSSI, Djohar Arifin (kanan), dan Staf Ahli Menpora, Faisal Abdullah (kiri), memberikan keterangan pers di Kantor Kemenpora, Selasa (23/6/2015).
EditorAry Wibowo
JAKARTA, KOMPAS — Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi meminta semua pihak bersabar terkait penataan kembali sepak bola nasional karena tidak lama lagi Federasi Asosiasi Sepak Bola Internasional (FIFA) akan mengirimkan timnya ke Jakarta. Tim itu bertugas menyelidiki secara langsung apa yang terjadi pada sepak bola Indonesia.

Hal itu disampaikan Imam ketika berpidato pada pengukuhan Pengurus Pusat Asosiasi Street Soccer Indonesia, Kamis (20/8), di Jakarta. Imam meminta maaf kepada para pemain, pelatih, dan semua pihak yang terganggu akibat kisruh dunia sepak bola Indonesia.

"Tidak ada niatan sedikit pun dari saya untuk menghentikan ini semua (liga). Tetapi, ini semua dilakukan dalam rangka melihat dan menatap sepak bola yang lebih baik. Karenanya, kepada para pemain, pelatih, berilah masukan. Ini yang sedang kami negosiasikan dengan FIFA," ujarnya.

Imam menegaskan, FIFA harus memberikan ruang yang lebih luas bagi lahirnya statuta federasi baru sepak bola Indonesia. Pemerintah akan bekerja sama dan terlibat dalam proses ini.

"Pemerintah ingin mendorong, dan tentu ujungnya adalah (meningkatkan) prestasi sehingga semuanya harus ada komunikasi dan koordinasi yang baik. Tidak boleh lagi ada (pihak) yang mengatakan pemerintah haram cawe-cawe. Sebab, saya konsisten bahwa sepak bola adalah alat pemersatu republik yang kita cintai ini," ujarnya.

Imam meminta semua pihak bersabar karena dirinya terus berkomunikasi dengan FIFA. "Sebentar lagi FIFA akan menurunkan tim investigasi bersama pemerintah, baru setelah itu akan kita ambil sebuah keputusan. Ke depan, saya berharap federasi kita ini, PSSI, diisi oleh orang-orang yang mengerti lahir batin dan cinta lahir batin pada sepak bola kita," ujarnya sambil menegaskan, sepak bola jangan lagi dijadikan sebagai alat politik.

Ketika ditanya kapan tim FIFA itu akan datang ke Indonesia, Imam menjelaskan, mudah-mudahan FIFA dan AFC akan datang sebelum Oktober.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Pada momentum itu akan kita sampaikan beberapa soal yang terkait keterlibatan pemerintah untuk mendukung majunya sepak bola Indonesia. FIFA adalah lembaga yang menaungi sepak bola dunia. Karenanya, kita akan menjelaskan kepada FIFA agar informasinya tidak sepenggal-sepenggal," ujar Imam. (OKI)Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.