Kompas.com - 12/08/2015, 03:07 WIB
Striker anyar Sriwijaya FC, Ferdinand Sinaga. Dok. Liga IndonesiaStriker anyar Sriwijaya FC, Ferdinand Sinaga.
EditorAloysius Gonsaga AE
PALEMBANG, Kompas.com - Manajemen Sriwijaya FC membantah kepindahan penyerang andalan Ferdinand Sinaga ke PSM Makassar. Menurut mereka, mantan pemain Persib Bandung itu hanya sekadar ikut latihan Juku Eja.

Sekretaris Sriwijaya FC, Achmad Haris, mengatakan bahwa Ferdinand sebelumnya telah menyampaikan ke manajemen akan berlatih bersama PSM karena saat ini dirinya sedang berada di sana. Pasalnya, saat ini PSM sedang melakukan persiapan menghadapi turnamen Piala Presiden.

"Ferdinand kebetulan tinggal cukup lama di Makassar karena itu kampung halaman istrinya. Karena tahu PSM juga ikut Piala Presiden yang artinya telah memulai latihan, maka Ferdinand memutuskan ikut," ujar Achmad, Selasa (11/8/2015).

Sejak awal manajemen Sriwijaya FC tidak terpengaruh oleh kabar kepindahan pemain terbaik Indonesia Super League (ISL) musim 2014 itu. Hal ini karena Ferdinand selalu menjaga komunikasi dengan klub, seperti meminta izin jika ingin berlatih dengan klub lain.

"Pindah-pindah itu tidak mudah begitu saja, baik Sriwijaya FC dan tim lain, karena perlu izin lama," kata Haris.

Ia menambahkan, manajemen Sriwijaya FC segera mengumpulkan pemain di Palembang untuk persiapan mengikuti turnamen PSSI Piala Indonesia Satu (PIS) yang menurut rencana dimulai pada 29 Agustus 2015.

"Pemain sudah dihubungi semua, dan pada prinsipnya bersedia memperkuat tim, termasuk Ferdinand. Mengenai kepastiannya kapan disuruh ke Palembang, klub masih ingin memastikan jadwal kompetisi mesti sudah dinyatakan akan dimulai pada akhir Agustus," kata Haris.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Ia mengemukakan, klub memutuskan ambil bagian dalam kompetisi ini untuk menjaga eksistensi Sriwijaya FC, mengingat setelah PIS direncanakan akan digelar kompetisi Indonesia Super League.

"Ini sebagai ajang pemanasan, atau bisa juga disebut perekat antarpemain. Jangan sampai kehilangan kontak sama sekali gara-gara kevakuman kompetisi," ujar dia.

Selain itu, manajemen juga mengamati bahwa kompetisi ini suatu peluang untuk membantu daerah dalam mempromosikan ajang Asian Games di Palembang tahun 2018.

"Jika benar turnamen PIS ini digelar di Bali, maka akan lebih baik karena Sriwijaya FC dapat mempromosikan Asian Games di sana," tambahnya.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Sumber Antara
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.