BOPI Fokuskan Verifikasi Regulasi Piala Kemerdekaan

Kompas.com - 03/08/2015, 21:27 WIB
Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi (tengah) bersama beberapa anggota Tim Transisi seperti Saut H Sirait, Tomy Kurniawan, Zuhairi Misrawi dan Ricky Yakobi menutup Workshop Piala Kemerdekaan bersama perwakilan 18 Klub Sepakbola Divisi Utama di Hotel Royal Kuningan, Jakarta, Jumat (3/7/2015). Dok. KemenporaMenteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi (tengah) bersama beberapa anggota Tim Transisi seperti Saut H Sirait, Tomy Kurniawan, Zuhairi Misrawi dan Ricky Yakobi menutup Workshop Piala Kemerdekaan bersama perwakilan 18 Klub Sepakbola Divisi Utama di Hotel Royal Kuningan, Jakarta, Jumat (3/7/2015).
EditorAry Wibowo
JAKARTA, KOMPAS.com - Badan Olahraga Profesional Indonesia (BOPI) saat ini mulai fokus dalam memverifikasi regulasi turnamen Piala Kemerdekaan 2015 bentukan Tim Transisi yang sedianya akan digulirkan pada 15 Agustus mendatang.

"Regulasi itu meliputi hak dan kewajiban yang terlibat dalam turnamen tersebut mulai event organizer (EO) sampai pesertanya. Selain itu, juga format turnamen hingga jadwal pertandingannya," kata Sekjen BOPI Heru Nugroho di Jakarta, Senin (3/8/2015).

Menurut Heru, proses verifikasi regulasi turnamen sudah berjalan karena Tim Transisi selaku penggagas kegiatan sudah memasukkan berkas-berkas yang dibutuhkan. Berkas sendiri telah dimasukkan oleh Tim Transisi ke BOPI sejak Jumat (24/7).

Terkait dengan operator turnamen Piala Kemerdekaan 2015 (EO), Heru menegaskan, pihaknya belum bisa mempublikasikan karena proses verifikasi belum dilakukan. Hal tersebut terjadi karena belum ada perjanjian secara resmi antara Tim Transisi dengan EO yang ditunjuk.

"Ada beberapa agreement yang belum ditandatangani. Makanya proses verifikasi belum kami lakukan. Apalagi diumumkan," ucapnya, menambahkan.

Heru menegaskan, Tim Transisi hanya memasukkan satu EO. Pihaknya berharap semua berkas yang dibutuhkan segera dipenuhi sehingga proses verifikasi bisa dilakukan lebih cepat.

Sebelumnya, Koordinator Pokja Komunikasi Tim Transisi, Cheppy T Wartono, mengatakan, dengan adanya perubahan kick-off dari 1 Agustus menjadi 15 Agustus, jelas ada beberapa hal yang harus disesuaikan termasuk lokasi pembukaan.

Sesuai dengan rencana awal pembukaan turnamen yang diikuti 24 klub dari divisi utama itu akan digelar di Stadion Manahan Solo. Hanya saja, lokasi pembukaan berpeluang berubah karena menyesuaikan dengan jadwal Presiden Joko Widodo.

"Tetap seperti rencana yang sudah ada. Piala Kemerdekaan akan dibuka oleh presiden. Untuk lokasinya kami menyesuaikan," katanya saat dikonfirmasi.

Selain Stadion Manahan Solo, Tim Transisi dikabarkan juga sudah menyiapkan lokasi alternatif lain, yakni Stadion Sultan Agung, Bantul, Yogyakarta dan Stadion Teladan Medan, Sumatera Utara.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber Antara
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terpopuler

komentar di artikel lainnya
Close Ads X