Kompas.com - 01/08/2015, 16:00 WIB
Manajer Hull City, Steve Bruce. BEN STANSALL/AFPManajer Hull City, Steve Bruce.
|
EditorOkky Herman Dilaga

KOMPAS.com - Ekspektasi tinggi dipikul para manajer klub Premier League. Tak jarang, mereka harus menerima surat pemecatan karena dianggap tak memenuhi harapan atau tak sejalan dengan kebijakan klub.

Tony Pulis menjadi salah satu korban paling tragis. Ia sukses menyelamatkan Crystal Palace dari zona degradasi pada Premier League 2013-2014. Tak sampai tiga bulan, ia justru didepak karena tak sepaham dengan direksi soal kebijakan transfer pemain.

Suksesor Polis, Neil Warnock, juga bernasib nahas. Lantaran performa buruk tim, ia dipecat hanya selang 122 hari setelah penunjukan sebagai manajer. Inilah masa jabatan paling singkat untuk manajer Premier League musim lalu.

Palace memang bisa dibilang gemar mengganti manajer. Bila menghitung manajer interim, The Eagles melakukan empat kali pergantian.

Kebijakan Palace sejatinya tak asing di kasta teratas Inggris. Tercatat, sembilan klub Premier League mengalami peralihan kursi manajer pada 2014-2015. Empat di antaranya terjadi pada akhir musim.

JUSTIN TALLIS/AFP Tony Pulis ketika menangani Crystal Palace pada musim 2013-14.

Tuntutan prestasi instan

Fenomena ini sempat dikritik oleh Manajer Arsenal, Arsene Wenger. Ia menilai, seorang manajer perlu diberi waktu untuk membentuk stabilitas di dalam tim.

"Saat jadi perbincangan publik, kami ditawari pekerjaan. Kalau direktur atau manajer tak senang, kami bisa kehilangan pekerjaan. Padahal, stabilitas lebih penting," ucap Wenger pada Mei 2014, ketika Tottenham Hotspur memecat Tim Sherwood.

Senada dengan Wenger, Sir Alex Ferguson turut mengkritik Manchester City saat Roberto Mancini didepak setelah musim 2012-2013 berakhir. Menurut Ferguson, koleganya tak pantas disingkirkan karena berjasa membangun kekuatan The Citizens hingga meraih trofi Premier League dan Piala FA.

"Apa yang terjadi di Manchester City tidak akan dialami David (Moyes)," kata Ferguson seolah menjamin nasib suksesornya di Manchester United.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X