Kompas.com - 15/07/2015, 20:06 WIB
Penulis Icha Rastika
|
EditorAloysius Gonsaga AE
JAKARTA, KOMPAS.com - Wakil Presiden Jusuf Kalla berpendapat bahwa putusan Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) yang memenangkan Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) otomatis membatalkan pembekuan PSSI. Putusan tersebut menganulir Surat Keputusan Menpora Nomor 01307 tertanggal 17 April 2015 soal pembekuan PSSI.

Menurut Kalla, upaya banding yang rencananya diajukan Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi sedianya tidak menjadi penghalang bagi PSSI untuk beroperasi kembali.

"Tentu keputusan pengadilan yang kita semua harus taati, jadi dengan keputusan itu kan berarti sejak keputusan vonis itu ditetapkan, PSSI sudah tidak dibekukan lagi, ya sekarang boleh jalan walau pun banding. Banding itu kan berarti upaya, tergantung vonis yang akan datang," kata Kalla di Kantor Wakil Presiden Jakarta, Rabu (15/7/2015).

Kalla juga menilai liga-liga yang berada di bawah PSSI bisa mulai berjalan. Mengenai rencana Menpora untuk banding, Kalla menyampaikan bahwa ia akan menyarankan Menpora untuk membatalkan rencana tersebut.

"Saya belum ketemu. Mungkin besok kalau ketemu, nanti saya bilangin (Menpora untuk tidak banding)," kata dia.

Sebelumnya Menpora Imam Nahwari mengaku bakal mengajukan banding atas putusan Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) yang memenangkan gugatan PSSI terkait Surat Keputusan Menpora Nomor 01307 tertanggal 17 April 2015 soal pembekuan PSSI.

Dalam putusannya, majelis hakim, yang diketuai Ujang Abdullah, menolak eksepsi tergugat, dalam hal ini Menpora. Selain itu, Menpora juga diminta mencabut sanksi PSSI dan membayar denda sebesar Rp 277.000.

Menurut Imam, Kemenpora akan mengajukan banding karena menilai putusan PTUN belum berkekuatan hukum tetap. Iman pun menyampaikan bahwa pihaknya belum berencana mencabut SK pembekuan PSSI.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.