Kompas.com - 03/07/2015, 14:05 WIB
Kunjungan ke Singapore Sports Institute, Selasa (30/6/2015). Dok. NikeKunjungan ke Singapore Sports Institute, Selasa (30/6/2015).
|
EditorAry Wibowo

SINGAPURA, KOMPAS.com - Grafik menanjak ditunjukkan Singapura pada cabang olahraga Kano pada SEA Games 2015. Negeri Singa memuncaki klasemen perolehan medali cabang kano dengan 12 medali, tujuh di antaranya adalah emas.

Padahal, medali emas bak barang langka untuk atlet kano Singapura. Pada SEA Games 2011 dan 2013, atlet-atlet Kano hanya berhasil mengumpulkan dua emas.

Apa resep di balik kesuksesan tersebut? Sains olahraga-lah salah satu jawabannya. Hal itu diakui oleh Stephanie Chen, salah satu atlet kano Singapura yang meraih medali emas di nomor K2-500 meter.

"Sejumlah pertolongan Departemen Sains Olahraga dari Singapore Sports Institute membantu kami untuk memperbaiki kekurangan pada SEA Games sebelumnya. Menurutku, faktor ini menjadi perbedaan besar," katanya seperti dilansir dari Today.

Singapore Sports Institute (SSI) memang jadi tumpuan atlet-atlet tuan rumah pada SEA Games 2015. Departemen Olahraga SSI memberikan masukan serta pengetahuan hal fundamental olahraga, mulai dari statistik, aspek medis, hingga nutrisi. Demikian halnya dengan teknologi yang turut serta membantu atlet untuk mendongkrak performanya.

Kompas.com
mendapat kesempatan mengunjungi markas SSI di sela acara Nike Football Event Hypervenom II, di Singapura, Selasa (30/6/2015). Kompas.com bersama para wartawan dari berbagai negara Asia Tenggara pun dibuat takjub dengan begitu kompletnya fasilitas olahraga di sana.

Kamar ganti atlet menjadi titik kunjungan pertama. Ada sekitar sepuluh kamar mandi, lima wastafel, dan lima loker di area ini. Menurut pengamatan Kompas.com, mulai dari toilet, lantai, dan cermin benar-benar dijaga kebersihannya.

Saat keluar dari ruang ganti, alat-alat gym untuk meningkatkan fisik serta stamina atlet. Tak satu pun terpakai lantaran para atlet sedang tak aktif karena menjalani masa rehat setelah perhelatan SEA Games. Namun, suasana tetap terasa nyaman karena alat-alat tersebut tertata rapi.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Setelah melihat-lihat sebentar, rombongan kemudian diantarkan menuju ruang rekreasi dan human performance laboratory. Kunjungan di ruangan terakhir memakan cukup banyak waktu karena memang banyak hal yang mengundang rasa ingin tahu rombongan.

Human performance laboratory memuat beberapa alat gym yang terkoneksi dengan komputer. Menurut Dr Ihsan Abdullah selaku Sports Physiologist SSI, penggunaan teknologi di ruangan ini bertujuan untuk mendata hasil latihan para atlet.

Bahkan, di salah satu pojok ruangan terdapat fasilitas di mana atlet bisa berlatih dengan teknologi rekayasa cuaca. Teknologi tersebut dibuat lantaran Singapura mempunyai keterbatasan secara georafis.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.