Kompas.com - 02/06/2015, 15:23 WIB
EditorAry Wibowo
KOMPAS.com - Semenjak raihan trofi SEA Games 1991 di Manila, tiada lagi kisah indah di sepak bola Indonesia. Selama rentang dua dasawarsa, para pemain skuad Garuda tak lagi bisa melihat cahaya, seperti berada dalam lorong gelap tanpa harapan lantaran krisis gelar juara.

Namun, beruntunglah kita, Indonesia adalah negara yang tak habisnya mencintai sepak bola. Meski ribuan hujatan tak lagi mempan disematkan kepada PSSI, perjuangan timnas bakal terus mendapat apresiasi. Maklum, mereka berjuang demi secercah prestasi, bukan demi mempertahankan kursi petinggi.

Sebentar lagi, perjuangan timnas U-23 akan dimulai di SEA Games Singapura 2015. Segala kegembiraan dan harapan bakal tertumpah di sana. Namun, di sana pula bakal muncul curahan air mata dan duka. 11 negara ikut serta, tetapi hanya ada satu piala. Jika sudah begitu, perjuangan memang terasa amat sia-sia.

Namun, apa mau dikata, itulah sepak bola. Di dalam sepak bola tersimpan keringat, harapan, kegembiraan, serta kekecewaan. Toh, sepak bola itu seperti dunia, tempat di mana berbagai hal bisa diraih, tetapi juga tempat kegagalan bisa terjadi. Sejatinya, tak ada yang pasti dalam sepak bola.

Italia saja bisa menjuarai Piala Dunia 2006, ketika federasi sepak bolanya tersangkut skandal Calciopoli. Spanyol yang menjadi favorit juara Piala Dunia 2014, justru gagal total, tak lagi bisa menari indah laiknya kupu-kupu Iberia dengan tiki-taka. Indonesia? Lebih baik tanyakan dulu kepada pengurus PSSI yang kini sedang disanksi FIFA.

Motivasi
"Kami merasa sedih. Namun, saya meminta pemain tetap semangat dan tampil maksimal demi menciptakan sejarah di situasi sulit seperti ini." Begitu kata pelatih timnas U-23, Aji Santoso, mengomentari sanksi FIFA untuk Indonesia. Aji sadar betul satu-satunya cara agar pemainnya tetap bersemangat adalah menjaga motivasi.

Perjalanan Indonesia di cabang sepak bola SEA Games sejak beberapa tahun terakhir memang kerap dipenuhi kekecewaan. Teranyar, lihat saja ketika Ramdani Lestaluhu tertunduk lesu di tengah Stadion Zayyarthiri, Naypyidaw, Myanmar, menyaksikan para pemain Thailand berpesta seusai mengalahkan Indonesia 1-0 di partai final.

Semenjak 1991, raihan terbaik Indonesia hanya mampu meraih medali perak pada SEA Games 1999 di Brunei, 2011 di Jakarta, dan 2013 di Myanmar. Oleh karena itu, di tengah kekisruhan sepak bola nasional, harapan bakal kembali tertanam di pundak Evan Dimas dan kawan-kawan.

Di Grup A SEA Games, Indonesia tergabung bersama Singapura, Myanmar, Filipina, dan Kamboja. Melihat calon lawan, di atas kertas, skuad Garuda Muda berpeluang lolos. Namun, ada beberapa ganjalan yang harus diperhatikan oleh Aji. Masalah mental pemain, misalnya, yang pasti terganggu lantaran sempat mengalami ketidakpastian bisa mengikuti SEA Games atau tidak karena sanksi FIFA.

Belum lagi, absennya Yohanes Ferinando Pahabol yang bisa menjadi masalah tersendiri. Pahabol batal berangkat ke Singapura karena tidak diizinkan tetua adat di kampungnya menyusul batalnya laga babak 16 besar Piala AFC antara Persipura dan klub Malaysia, Pahang FA.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Update Bursa Transfer: Mbappe Bimbang, Ten Hag Pertahankan Ronaldo, Pogba ke Juventus?

Update Bursa Transfer: Mbappe Bimbang, Ten Hag Pertahankan Ronaldo, Pogba ke Juventus?

Liga Lain
Apa Perbedaan Voli Indoor dan Voli Pantai?

Apa Perbedaan Voli Indoor dan Voli Pantai?

Sports
Daftar Pemenang Serie A Awards, Duo Milan Menyumbang

Daftar Pemenang Serie A Awards, Duo Milan Menyumbang

Liga Italia
Daftar Wakil Indonesia di Semifinal Bulu Tangkis SEA Games 2021

Daftar Wakil Indonesia di Semifinal Bulu Tangkis SEA Games 2021

Badminton
Jadwal SEA Games 2021, Peluang Emas dari Catur hingga Angkat Besi

Jadwal SEA Games 2021, Peluang Emas dari Catur hingga Angkat Besi

Sports
Kantongi 4 Medali Emas SEA Games 2021, Timnas Karate Indonesia Lampaui Target

Kantongi 4 Medali Emas SEA Games 2021, Timnas Karate Indonesia Lampaui Target

Sports
Kontroversi Final Mobile Legends SEA Games 2021: Protes Ditolak, Indonesia Rebut Perak Lagi

Kontroversi Final Mobile Legends SEA Games 2021: Protes Ditolak, Indonesia Rebut Perak Lagi

Sports
Jadwal Thailand Open 2022: Fajar/Rian Satu-satunya Wakil Indonesia di Semifinal

Jadwal Thailand Open 2022: Fajar/Rian Satu-satunya Wakil Indonesia di Semifinal

Badminton
Jadwal Siaran Langsung Timnas Indonesia Vs Malaysia di SEA Games 2021

Jadwal Siaran Langsung Timnas Indonesia Vs Malaysia di SEA Games 2021

Liga Indonesia
Maldini Dampingi Latihan AC Milan: Pelajaran Berharga dari Sang “Bandiera”

Maldini Dampingi Latihan AC Milan: Pelajaran Berharga dari Sang “Bandiera”

Liga Italia
Jadwal Bulu Tangkis SEA Games 2021 Hari Ini, 7 Wakil Indonesia Berjuang di Semifinal

Jadwal Bulu Tangkis SEA Games 2021 Hari Ini, 7 Wakil Indonesia Berjuang di Semifinal

Sports
Penyerang Thailand Jawab Permintaan Maaf Firza Andika: Tidak Masalah, Saya Tidak Marah…

Penyerang Thailand Jawab Permintaan Maaf Firza Andika: Tidak Masalah, Saya Tidak Marah…

Liga Indonesia
Apa Jadinya jika Man City dan Liverpool Tutup Premier League dengan Poin Sama?

Apa Jadinya jika Man City dan Liverpool Tutup Premier League dengan Poin Sama?

Liga Inggris
Klasemen Medali SEA Games 2021: Tambah 8 Emas, Indonesia Peringkat 3

Klasemen Medali SEA Games 2021: Tambah 8 Emas, Indonesia Peringkat 3

Sports
Kisah Fitrul Dwi Rustapa ke Persib, Perjalanan 6 Tahun Menjemput Mimpi

Kisah Fitrul Dwi Rustapa ke Persib, Perjalanan 6 Tahun Menjemput Mimpi

Liga Indonesia
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.