Kompas.com - 01/06/2015, 12:04 WIB
Pintu gerbang Kantor PSSI di Senayan, Jakarta, disegel oleh massa dari Pecinta Sepakbola Indonesia, Minggu (19/4/2015). Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi menjatuhkan sanksi administratif kepada PSSI yang isinya memutuskan pemerintah tidak mengakui seluruh kegiatan PSSI, termasuk hasil KLB di Surabaya yang memilih kepengurusan periode 2015-2019. KOMPAS / AGUS SUSANTOPintu gerbang Kantor PSSI di Senayan, Jakarta, disegel oleh massa dari Pecinta Sepakbola Indonesia, Minggu (19/4/2015). Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi menjatuhkan sanksi administratif kepada PSSI yang isinya memutuskan pemerintah tidak mengakui seluruh kegiatan PSSI, termasuk hasil KLB di Surabaya yang memilih kepengurusan periode 2015-2019.
EditorAry Wibowo

Perubahan agar tidak ada lagi tarik ulur kepentingan ketika membentuk kepengurusan baru PSSI. Perubahan agar tidak lagi ada upaya melibatkan oknum-oknum yang terbukti selama puluhan tahun gagal membina sepak bola di dalam negeri. Perubahan untuk membentuk kompetisi sehat agar gaji dan hak para pemain bisa terpenuhi seusai janji.

Peduli
Bung Hatta pernah berkata, "Jatuh bangunnya negara ini sangat tergantung dari bangsa ini sendiri." Menurut Bung Hatta, Indonesia hanyalah sekadar nama dan gambar seuntaian pulau di peta jika persatuan dan kepedulian makin pudar di setiap jiwa rakyat Indonesia. Pernyataan itulah yang harus diilhami para pengurus PSSI dan pemerintah jika ingin serius membenahi sepak bola.

Jika kedua pemangku kepentingan itu tak lagi saling peduli, sepak bola Indonesia akan terus mengalami krisis prestasi. Jika mereka tidak lagi memperhatikan persatuan, sepak bola akan terus merajut kisah kegagalan. Kalau sudah seperti itu, jutaan talenta muda sepak bola-lah yang akan menjadi korban.

Banyak bukti, dari Sabang sampai Merauke, tersimpan bibit emas sepak bola. Puluhan tahun mereka menyimpan asa, menunggu kapan sepak bola di Tanah Air bisa menjadi ajang memperebutkan prestasi, bukan konflik yang tiada henti. Bertahun-tahun mereka merasa dianggap tak penting karena nyatanya hanya pengakuan kepengurusan yang dianggap lebih genting.

Atas berbagai masalah itu, kini harapan besar publik Indonesia akan kembali tertanam di benak para pemangku kepentingan negeri ini. Masyarakat sudah rindu menyaksikan sepak bola menjadi hiburan yang menyenangkan. Sepak bola yang tidak lagi membuat kepala pemain muda tertunduk lesu di podium kekalahan.

Oleh karena itu, jadikan sanksi FIFA sebagai momentum perbaikan. Pemerintah harus menepati janji jika berniat tulus membenahi sepak bola di dalam negeri. Mereka juga harus ingat, masyarakat sangat menginginkan perubahan meskipun dalam perjalanannya, berkaca kepada catatan sejarah, wajar jika nanti masih bakal muncul pertanyaan, "Mau buat manuver apa lagi, PSSI?"

Tulisan ini menampilkan opini pribadi dari wartawan Kompas.com, Ary Wibowo. Penulis bisa dihubungi lewat Twitter @iLhoo

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Jadwal Liga Inggris: Chelsea Vs Man City, Duel 2 Tim Paling Jarang Kebobolan

Jadwal Liga Inggris: Chelsea Vs Man City, Duel 2 Tim Paling Jarang Kebobolan

Liga Inggris
Hasil Persija Vs Persela: Setelah 3 Kali Gagal, Macan Kemayoran Raih Kemenangan Perdana

Hasil Persija Vs Persela: Setelah 3 Kali Gagal, Macan Kemayoran Raih Kemenangan Perdana

Liga Indonesia
3 Turnamen Internasional Ini Jadi Sasaran Pencarian Bibit Unggul di PON XX Papua 2021

3 Turnamen Internasional Ini Jadi Sasaran Pencarian Bibit Unggul di PON XX Papua 2021

Sports
Tenang dan Dominan, Garuda Pertiwi Tekuk Singapura di Kualifikasi Piala Asia Wanita

Tenang dan Dominan, Garuda Pertiwi Tekuk Singapura di Kualifikasi Piala Asia Wanita

Liga Indonesia
Profil Anderson Salles, Bek Asing 'Pendek' di Liga 1 2021-2022

Profil Anderson Salles, Bek Asing "Pendek" di Liga 1 2021-2022

Sports
Raih Kemenangan Perdana, Modal Berharga Persipura Menatap Persaingan Liga 1 2021

Raih Kemenangan Perdana, Modal Berharga Persipura Menatap Persaingan Liga 1 2021

Liga Indonesia
Nuansa Indonesia di Kandang Sanfrecce Hiroshima

Nuansa Indonesia di Kandang Sanfrecce Hiroshima

Liga Indonesia
Line Up dan Link Live Streaming Persija Vs Persela, Kickoff 20.45 WIB

Line Up dan Link Live Streaming Persija Vs Persela, Kickoff 20.45 WIB

Liga Indonesia
Persib akan Lakukan Rotasi Pemain Hadapi Jadwal Padat Liga 1 2021

Persib akan Lakukan Rotasi Pemain Hadapi Jadwal Padat Liga 1 2021

Liga Indonesia
Play-off Kualifikasi Piala Asia 2023, PSSI Konfirmasi Venue Laga Indonesia Vs Taiwan

Play-off Kualifikasi Piala Asia 2023, PSSI Konfirmasi Venue Laga Indonesia Vs Taiwan

Liga Indonesia
Hasil Persebaya Vs Bhayangkara: Tendangan Bebas Jadi Penentu, Bajul Ijo Tumbang

Hasil Persebaya Vs Bhayangkara: Tendangan Bebas Jadi Penentu, Bajul Ijo Tumbang

Liga Indonesia
De Gea Takjub dengan Cara Ronaldo Merawat Tubuh

De Gea Takjub dengan Cara Ronaldo Merawat Tubuh

Liga Inggris
Hasil Futsal PON Papua 2021: Papua-Jabar Menang, NTB Pesta 9 Gol

Hasil Futsal PON Papua 2021: Papua-Jabar Menang, NTB Pesta 9 Gol

Sports
Juergen Klopp Pastikan Thiago Alcantara Harus Menepi Cukup Lama

Juergen Klopp Pastikan Thiago Alcantara Harus Menepi Cukup Lama

Liga Inggris
Beep Test: Pengertian dan Prosedur Pelaksanaan

Beep Test: Pengertian dan Prosedur Pelaksanaan

Sports
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.