Kompas.com - 25/05/2015, 12:23 WIB
Wakil Presiden Jusuf Kalla menerima Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi dan Wakil Ketua Umum PSSI, Hinca Panjaitan, di rumah dinasnya, Senin (25/5/2015). HUSAIN ABDULLAH Wakil Presiden Jusuf Kalla menerima Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi dan Wakil Ketua Umum PSSI, Hinca Panjaitan, di rumah dinasnya, Senin (25/5/2015).
EditorJalu Wisnu Wirajati

JAKARTA, KOMPAS.com — Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) meminta status pembekuan PSSI dicabut. Hal ini diungkapkan JK dalam pertemuan dengan Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi, yang dihadiri juga oleh Ketua Dewan Kehormatan PSSI Agum Gumelar, Ketua Komite Olimpiade Indonesia (KOI) Rita Subowo, dan Wakil Ketua Umum PSSI Hinca Panjaitan di Istana Wakil Presiden, Senin (25/5/2015).

JK meminta Menpora merevisi Surat Keputusan Nomor 01307 Tahun 2015 tentang sanksi administratif berupa pembekuan terhadap PSSI. Pencabutan itu, menurut JK, semata-mata demi menghindarkan Indonesia dari sanksi FIFA.

“Dalam pertemuan tadi disepakati sepak bola nasional harus tetap jalan dan berkompetisi dengan baik. Untuk itu, PSSI harus aktif lagi. Setelah (SK) itu direvisi, maka otomatis (PSSI) sudah diizinkan dan persoalan pun selesai,” kata JK seperti dilansir Antara.

Kekhawatiran penjatuhan sanksi dari FIFA terhadap Indonesia tak lepas dari kegagalan Tim Transisi bertemu dengan perwakilan otoritas sepak bola tertinggi di dunia itu. Sedianya, Tim Transisi berharap bisa bertemu petinggi FIFA pada 25 Mei ini atau empat hari sebelum tenggat waktu yang diberikan FIFA kepada Indonesia untuk menyelesaikan konflik internalnya.

Akan tetapi, FIFA menolak undangan pertemuan dari Tim Transisi itu. Dari surat yang dikirim Sekretaris Jenderal Jerome Valcke, FIFA menolak bertemu lantaran terlalu mepet dengan agenda kongres tahunan yang akan digelar pada 28-29 Mei. Selain itu, pada 25 dan 26 Mei juga tengah dilakukan rapat Komite Eksekutif FIFA.

Dalam surat yang sama, FIFA juga meminta Indonesia untuk segera membereskan konflik internal yang terjadi antara pemerintah dan PSSI. Andai masih berkonflik hingga 29 Mei, Indonesia terancam dibekukan.

Pembekuan itu akan berdampak pada banyak aspek sepak bola nasional. Untuk yang terdekat, Indonesia tak akan bisa mengirim tim sepak bola untuk ikut serta di SEA Games 2015.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Japfa FIDE RATED 2021, GM Susanto Megaranto Bakal Lakoni Laga Penentuan

Japfa FIDE RATED 2021, GM Susanto Megaranto Bakal Lakoni Laga Penentuan

Sports
Babak Pertama PSM Vs Persija: Diwarnai 4 Kartu Kuning, Skor Sama Kuat

Babak Pertama PSM Vs Persija: Diwarnai 4 Kartu Kuning, Skor Sama Kuat

Liga Indonesia
Manajemen PSS Sleman Beberkan Alasan Pertahankan Dejan Antonic

Manajemen PSS Sleman Beberkan Alasan Pertahankan Dejan Antonic

Liga Indonesia
Real Madrid Vs Inter Milan, Nerazzurri Tak Mau Cuma Jadi yang 'Kedua'

Real Madrid Vs Inter Milan, Nerazzurri Tak Mau Cuma Jadi yang "Kedua"

Liga Champions
Soal Ballon d'Or, Lewandowski Berharap Ucapan Messi Bukan Omong Kosong

Soal Ballon d'Or, Lewandowski Berharap Ucapan Messi Bukan Omong Kosong

Internasional
Messi “Tersiksa” Dingin dan Salju, Bagaimana Cuaca Saat Laga PSG Vs Club Brugge?

Messi “Tersiksa” Dingin dan Salju, Bagaimana Cuaca Saat Laga PSG Vs Club Brugge?

Liga Champions
Kejuaraan Dunia Angkat Besi 2021, 10 Peraih Emas Olimpiade Tokyo 2020 Tak Berpartisipasi

Kejuaraan Dunia Angkat Besi 2021, 10 Peraih Emas Olimpiade Tokyo 2020 Tak Berpartisipasi

Sports
Hasil Liga 1: Hujan 5 Gol, Bruno Silva Pastikan Kemenangan PSIS atas Persita

Hasil Liga 1: Hujan 5 Gol, Bruno Silva Pastikan Kemenangan PSIS atas Persita

Liga Indonesia
Persib Vs Persebaya: Wonderkid Bajul Ijo Mengaku Gugup, Puji Kualitas Maung Bandung

Persib Vs Persebaya: Wonderkid Bajul Ijo Mengaku Gugup, Puji Kualitas Maung Bandung

Liga Indonesia
Update Ranking BWF: Jojo Turun, Penakluk Marcus/Kevin 4 Besar, Ganda Campuran Thailand ke Puncak

Update Ranking BWF: Jojo Turun, Penakluk Marcus/Kevin 4 Besar, Ganda Campuran Thailand ke Puncak

Badminton
Persib Vs Persebaya - Alwi Slamat Absen, Bajul Ijo Tak Risau

Persib Vs Persebaya - Alwi Slamat Absen, Bajul Ijo Tak Risau

Liga Indonesia
Shenzen Open 2022 Resmi Batal

Shenzen Open 2022 Resmi Batal

Sports
Link Live Streaming Liga Champions, Duo Milan Beda Kepentingan Berlaga

Link Live Streaming Liga Champions, Duo Milan Beda Kepentingan Berlaga

Liga Champions
Link Live Streaming PSM Vs Persija, Kick-off Pukul 20.45 WIB

Link Live Streaming PSM Vs Persija, Kick-off Pukul 20.45 WIB

Liga Indonesia
3 Fakta Menarik Duel PSM Makassar Vs Persija Jakarta

3 Fakta Menarik Duel PSM Makassar Vs Persija Jakarta

Liga Indonesia
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.