Kompas.com - 13/05/2015, 13:27 WIB
EditorTjatur Wiharyo

MUENCHEN, KOMPAS.com - Barcelona kalah 2-3 dari Bayern Muenchen, pada leg kedua semifinal Liga Champions, di Allianz Arena, Selasa (12/5/2015). Meski kalah, Barcelona berhak melaju ke final karena pada leg pertama menang 3-0.

Dengan begitu, Barcelona berpeluang menjuarai tiga ajang. Selain Liga Champions, Barcelona juga berpeluang menjuarai Copa del Rey dan Primera Division La Liga.

Di ajang Copa del Rey, Barcelona menjadi finalis bersama dengan Athletic Bilbao. Pertandingan final akan digelar di Camp Nou, pada 30 Mei 2015.

Sementara di Primera Division, Barcelona menguasai klasemen sementara dengan nilai 90 dari 36 pertandingan, atau unggul empat angka dari pesaing terdekat, Real Madrid. Mengingat Madrid juga menyisakan dua pertandingan, Barcelona akan menjadi juara jika meraih satu kemenangan lagi dan itu bisa terjadi pada pertandingan ke-37 melawan Atletico Madrid, di Vicente Calderon, pada 17 Mei 2015.

Untuk final Liga Champions, Barcelona masih menunggu hasil leg kedua semifinal antara Real Madrid dan Juventus, yang akan berlangsung di Santiago Bernabeu, Rabu (13/5/2015). Leg pertama yang berlangsung di Juventus Stadium, Turin, pada 5 Mei 2015, berakhir 2-1 untuk Juventus.

Pelatih Barcelona Luis Enrique menilai timnya berada di posisi yang luar biasa bagus dan kemampuan untuk meraih treble musim ini setelah leg kedua semifinal Liga Champions melawan Bayern. Meski begitu, ia mengingatkan timnya bahwa bagaimanapun juga pekerjaan timnya belum selesai.

"Secara umum, ini kami berada di posisi luar biasa. Kami hanya perlu memenangi satu pertandingan di setiap kompetisi. Ini adalah momen yang sangat indah, tetapi kami masih harus memenangi pertandingan-pertandingan itu," ujar Enrique.

Berkaitan dengan keberhasilan Barcelona masuk final Liga Champions, ada tiga pemain yang sangat menonjol, yaitu Lionel Messi, Neymar, dan Luis Suarez. Pada leg pertama, Messi mencetak dua gol dan satu assist untuk gol yang dicetak Neymar. Pada leg kedua, Neymar mencetak dua gol yang semuanya merupakan buah umpan Suarez.

"(Messi, Neymar, dan Suarez) memiliki banyak kelebihan. Kemampuan individual mereka mengatasi semua keraguan. Jelas bahwa mereka mengerti satu sama lain dengan baik, tidak egois, saling mendukungm dan selalu saling memperhatikan," ulas Enrique.

"Sulit bagi pertahanan seperti apa pun untuk mengatasi tiga pemain dengan level seperti mereka, terutama ketika tim mendukung mereka dengan menciptakan situasi yang mereka bisa menfaatkan," tambahnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Sumber ESPN FC


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kunci 'Comeback' Man United di Liga Europa: Lebih Banyak Lari

Kunci "Comeback" Man United di Liga Europa: Lebih Banyak Lari

Liga Lain
Tragedi Kanjuruhan: Urgensi Stadion Berstandar FIFA di Indonesia

Tragedi Kanjuruhan: Urgensi Stadion Berstandar FIFA di Indonesia

Liga Indonesia
Rasa Duka Mendalam Tragedi Kanjuruhan dalam Spirit Keberagaman

Rasa Duka Mendalam Tragedi Kanjuruhan dalam Spirit Keberagaman

Liga Indonesia
Korban Tragedi Kanjuruhan Dapat Fasilitas Pendampingan Psikolog

Korban Tragedi Kanjuruhan Dapat Fasilitas Pendampingan Psikolog

Liga Indonesia
Dilema Ten Hag: Cadangkan Ronaldo Salah, Mainkan Ronaldo Juga Salah

Dilema Ten Hag: Cadangkan Ronaldo Salah, Mainkan Ronaldo Juga Salah

Liga Lain
Tragedi Kanjuruhan: Polisi di Sepak Bola Indonesia Tak Sesuai Regulasi FIFA

Tragedi Kanjuruhan: Polisi di Sepak Bola Indonesia Tak Sesuai Regulasi FIFA

Liga Indonesia
Tragedi Kanjuruhan: Pihak Klub-Polisi Sudah Jadi Tersangka, Bagaimana PSSI?

Tragedi Kanjuruhan: Pihak Klub-Polisi Sudah Jadi Tersangka, Bagaimana PSSI?

Liga Indonesia
44 Hari Jelang Piala Dunia 2022: Takhayul dalam Jalan Juara Argentina

44 Hari Jelang Piala Dunia 2022: Takhayul dalam Jalan Juara Argentina

Internasional
Omonia Vs Man United: Cinta Buta kepada Ronaldo

Omonia Vs Man United: Cinta Buta kepada Ronaldo

Sports
Roma Vs Betis, Jose Mourinho Sebut Hasil Bukan Paling Adil

Roma Vs Betis, Jose Mourinho Sebut Hasil Bukan Paling Adil

Liga Lain
Dirut PT LIB Jadi Tersangka, Ketum PSSI Buka Suara

Dirut PT LIB Jadi Tersangka, Ketum PSSI Buka Suara

Sports
Tragedi Kanjuruhan: Kepolisian Terus Bekerja, Peran 6 Tersangka, Potensi Penambahan Masih Ada

Tragedi Kanjuruhan: Kepolisian Terus Bekerja, Peran 6 Tersangka, Potensi Penambahan Masih Ada

Liga Indonesia
Tragedi Kanjuruhan: Anggota Polisi yang Perintahkan Tembak Gas Air Mata

Tragedi Kanjuruhan: Anggota Polisi yang Perintahkan Tembak Gas Air Mata

Sports
Omonia Vs Man United, Rashford Soroti Kepintaran Erik ten Hag

Omonia Vs Man United, Rashford Soroti Kepintaran Erik ten Hag

Liga Lain
Jadwal Timnas U17 Indonesia Vs Palestina di Kualifikasi Piala Asia U17 2023

Jadwal Timnas U17 Indonesia Vs Palestina di Kualifikasi Piala Asia U17 2023

Liga Indonesia
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.