Kompas.com - 11/05/2015, 13:51 WIB
Pintu gerbang Kantor PSSI di Senayan, Jakarta, disegel dengan rantai besi oleh massa dari Pecinta Sepakbola Indonesia, Minggu (19/4/2015). Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi menjatuhkan sanksi administratif kepada PSSI yang isinya memutuskan pemerintah tidak mengakui seluruh kegiatan PSSI, termasuk hasil KLB di Surabaya yang memilih kepengurusan periode 2015-2019. KOMPAS / AGUS SUSANTOPintu gerbang Kantor PSSI di Senayan, Jakarta, disegel dengan rantai besi oleh massa dari Pecinta Sepakbola Indonesia, Minggu (19/4/2015). Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi menjatuhkan sanksi administratif kepada PSSI yang isinya memutuskan pemerintah tidak mengakui seluruh kegiatan PSSI, termasuk hasil KLB di Surabaya yang memilih kepengurusan periode 2015-2019.
Penulis Ary Wibowo
|
EditorAry Wibowo
SOLO, KOMPAS.com - Mantan gelandang Arseto Solo, Puspanaden, mendukung langkah Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi yang membentuk Tim Transisi untuk membenahi PSSI.

Tim Transisi dibentuk setelah Menpora mengeluarkan Surat Keputusan (SK) Nomor 01307 Tahun 2015 yang berisi sanksi administratif bagi PSSI, Jumat (17/4/2015). Tim tersebut diisi oleh 17 orang.

"Saya setuju dan mendukung gagasan Menpora itu agar sepak bola Indonesia bisa bicara di tingkat internasional dan melindungi rakyat," ujar Puspanaden.

Puspanaden mengakui sepak bola Indonesia saat ini sangat sulit berbicara di level internasional. Salah satu masalahnya, menurut pemain sayap kiri Galatama era 1873-an itu adalah struktur kepenguruan PSSI.

"Timnas PSSI pada 1970-an masih bagus, kami menguasai sepak bola Asia, setelah itu tidak ada lagi dan prestasi hasilnya menurun terus. Jika tim kalah siap kalah, jika menang siap menang. Itu pemain," kata Puspanaden.

"Namun, hal ini yang salah adalah manajemen bukan pemainnya," tambah pemain yang seangkatan dengan Danurwindo, Benny Dollo, dan Teguh Andi itu.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


Video Pilihan

Sumber Antara
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.