Kompas.com - 09/05/2015, 08:04 WIB
AFC Bournemouth merayakan keberhasilan promosi ke Premier League, Senin (27/4/2015). DOK. DAILY MAIL AFC Bournemouth merayakan keberhasilan promosi ke Premier League, Senin (27/4/2015).
EditorTjatur Wiharyo

KOMPAS.com - Asa adalah bagian dari perjuangan. Lihat bagaimana pekan lalu pesta AFC Bournemouth saat memastikan diri lolos ke Barclays Premier League musim 2015-2016 dengan menjadi juara Championship. Tampil di Premier League adalah harapan untuk berbenah bagi klub yang menjamu lawan-lawannya di Dean Court ini yang didukung fulus sebesar 165 juta pounsterling sebagai hak memasuki dunia baru mereka.

AFC Bournemouth adalah klub ke 47 yang akan berlaga di strata tertinggi sepak bola Inggris. Keberhasilan ini merupakan bayaran perjuangan pebisnis asal Rusia, Maxim Victoriich Denim, yang empat tahun lalu membeli The Cherries dari Eddie Mitchell dengan harga hanya 850 ribu poundsterling atau sekitar Rp 17 miliar.

Mulai pekan lalu sampai akhir musim depan, perjuangan Boscombe – julukan lain AFC Bournemouth – adalah bagaimana bertahan di premier league untuk tetap mendapatkan fulus besar yang bisa membuat neraca keuangan klub seimbang. Jinx bahwa juara Championship hanya sekedar mampir semusim di Premier League harus berusaha diatasi oleh anak asuhan Eddie Howe nanti.

Sebagaimana juga juara Championship musim 2013/14, Leicester City yang kini tengah berjuang bertahan di premier league lewat serentetan keajaiban yang mereka lakukan di penghujung kompetisi. The Foxes atau para rubah sebenarnya memulai langkah mereka diawal musim di premier league setelah 10 tahun dengan luar biasa. Hingga minggu ke lima mereka tidak terkalahkan dikandang. Di King Power Stadium, mereka menahan imbang Everton dan Arsenal serta coming from behind untuk mengalahkan Manchester United yang tengah berbenah saat itu. Satu satunya tm musim ini yang bisa menelorkan 5 gol ke gawang David De Gea.

Tapi usai pekan ke lima itu kinerja anak asuhan Nigel Pearson menghunjam drastis. Leonardo Ulloa ujung tombak asal Argentina yang memang belum mempunyai pengalaman bermain di Premir Lague, berhenti mencetak gol, barisan belakang yang diprakarsai oleh West Morgan dkk berantakan, membuat 15 laga berikutnya, The Blue Army hanya mengantongi 3 poin dari tiga hasil imbang saat menjamu Burnley dan Sunderland serta tandang ke Anfield yang untuk ukuran Leicester seperti sebuah kebangkitan.

Ya kebangkitan yang kalau mengilas balik sebenarnya sudah terlihat ketika 9 laga berikutnya, kerja keras Jamie Vardy, David Nugent, Esteban Cambiasso dan Leonardo Ulloa menghasilkan 1 kali kemenangan, 2 kali hasil imbang tapi masih diikuti dengan enam kekalahan. Kekalahan 3-4 dari Tottenham Hotspur di White Hart Lane, dengan permainan yang luar biasa sebenarnya adala indikasi bahwa para rubah ini tengah berontak untuk keluar dari posisi juru kunci klasemen dimana pada akhir Maret itu mereka baru mengantongi poin 19.

April dan Mei adalah bukti kebangkitan The Foxes yang sampai di social media diberi wacana sebagai The Great Escape, mengacu pada sebuah film keluaran Hollywood tentang bagaimana hebatnya kebersamaan untuk keluar dari ketidakberdayaan. Lima kemenangan dalam enam laga terakhir membuat Leicester City punya peluang bertahan di Premier League msuim depan. Raupan 34 poin sekarang membuat mereka keluar dari zona degradasi, berada di urutan ke 17 untuk bersaing dengan Aston Villa, Newcastle United, Hull City dan Sunderland menghindari satu tempat sisa ke Championshio menemani QPR dan Burnley, dua tim yang tampaknya sulit menghindari terjun bebas ke strata kedua sepakbla Inggris itu.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Usai kalah dari Chelsea pertengahan minggu lalu, banyak yang mengatakan bahwa geliat para rubah akan terhenti. Tapi terbukti bahwa kekalahan the City hanya karena hebatnya strategi babak kedua Mourinho dan bukan karena permainan buruk Wes Morgan dkk. Tiga hari kemudian, giliran Newcastle United yang sedang sulit mengatasi kekalahan, dibekap tiga gol tanpa balas. Minggu ini satu tim yang juga tengan menurun permainannya – terutama saat tandang – datang ke King Power Stadium dalam laga penuh kepentingan bagi kedua tim.

Leicester harus kembali meraih hasil sempurna untuk mendapatkan minimal 4 poin lagi – zona poin aman – untuk bertahan di Premier League. Southampton juga harus meraih poin penuh guna mengejar ketertingalan dari Tottenham Hotspur dan Liverpool untuk dua tempat langsung ke Liga Eropa. Juga menghindari kejaran Swansea City yang kini hanya berjarak 4 poin, guna satu tempat cadangan ke Liga Eropa, jika sampai Aston Villa di penghujung Mei nanti gagal menjadi juara Piala FA.

Mengacu pada faktor kekinian, jelas tuan rumah punya peluang. 5 kemenangan dalam 6 laga terakhir. 3 kemenangan, 1 kali hasil imabang dalam 5 laga terakhir di King Power Stadium adalah gambaran kinerja luar biasa Jamie Vardy dkk sebagai sebuah kesatuan. Akhir Februari seperti sudah lama sekali ketika terakhir kali The Blue Army takluk saat menjamu lawan. Sebaliknya, kinerja anak asuhan Ronald Koeman akhir akhir ini jelas mengkhawatirkan. Digadang gadang sebagai kandidat masuk zona Liga Champion, kini bahkan untuk bertahan di zona Liga Eropa-pun menjadi pertanyaan.

Halaman:
Baca tentang


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.