Kompas.com - 02/05/2015, 17:23 WIB
Penulis Ary Wibowo
|
EditorAry Wibowo
JAKARTA, KOMPAS.com - Wakil Ketua Umum PSSI, Hinca Panjaitan, mengungkapkan, alasan pihaknya mengeluarkan force majeure untuk menghentikan seluruh kompetisi sepak bola di Indonesia karena tidak mendapatkan dukungan dari pemerintah.

Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi telah mengeluarkan Surat Keputusan (SK) Nomor 01307 Tahun 2015 yang berisi sanksi administratif bagi PSSI, Jumat (17/4/2015). Sebagai tindak lanjut dari SK itu, pada 23 April, Menpora juga menyurati Polri agar tidak menurunkan izin keramaian untuk pertandingan ISL.

Pada 26 April, PT Liga Indonesia, selaku operator kompetisi sepak bola Indonesia, memutuskan menghentikan sementara semua laga Indonesia Super League (ISL) dan Divisi Utama. Setelah melakukan rapat Komite Eksekutif, Sabtu (2/5/2015, PSSI pun memutuskan untuk menghentikan seluruh kompetisi.

"Karena Menpora tidak mengakui PSSI lalu dengan adanya surat Menpora kepada kepolisian agar tidak memberikan izin, maka pastilah tidak dapat dijalankan kompetisi. Ini yang dimaksud dengan keadaan force majeure," ungkap Hinca saat melakukan jumpa pers di Kantor PSSI, Jakarta.

"Kami berusaha memberi ruang yang cukup pada 17 April. Kita bicara terus menerus, tetapi tidak mendapatkan titik terang. Maka dari itu diperlukan kepastian bagi pemain, klub, dan suporter yang terlibat dalam kompetisi ini. Tidak baik membiarkan ketidakpastian ini terus menerus," tambahnya.

Sementara itu, ketika ditanya perihal sanksi FIFA yang ditengarai bakal mengancam sepak bola Indonesia, Hinca mengatakan, "Dampak-dampak yang muncul karena masalah ini akan kami bicarakan secepatnya."

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.