Kompas.com - 01/05/2015, 20:14 WIB
Penyerang Real Madrid, Javier Hernandez, merayakan golnya pada pertandingan leg kedua perempat final Liga Champions melawan Atletico Madrid, di Santiago Bernabeu, Rabu atau Kamis (23/4/2015) dini hari WIB. CURTO DE LA TORRE/AFPPenyerang Real Madrid, Javier Hernandez, merayakan golnya pada pertandingan leg kedua perempat final Liga Champions melawan Atletico Madrid, di Santiago Bernabeu, Rabu atau Kamis (23/4/2015) dini hari WIB.
|
EditorAloysius Gonsaga AE
MADRID, KOMPAS.com - Penyerang Real Madrid, Javier "Chicharito" Hernandez, mengungkapkan soal gaya kepelatihan pelatih El Real, Carlo Ancelotti, dan Manajer Manchester United, Louis van Gaal.

Chicharito dipinjamkan MU ke Madrid pada awal musim ini. Pemain asal Meksiko tersebut dilepas karena tidak masuk dalam rencana besar Van Gaal.

Chicharito kesulitan tampil reguler dalam tujuh bulan pertama di Santiago Bernabeu. Namun dalam beberapa pertandingan terakhir, pemain berusia 26 tahun tersebut mampu membuat Ancelotti terpikat.

Hernandez menjadi pilihan utama Ancelotti saat Karim Benzema absen pada pertandingan leg kedua perempat final Liga Champions melawan Atletico Madrid dan pertandingan lanjutan Primera Division melawan Celta Vigo.

Saat melawan Atletico, Chicharito  mencetak gol tunggal yang membuat Madrid lolos ke semifinal. Ia kemudian tampil impresif dengan mencetak dua gol saat Madrid menang 4-2 atas Celta.

Dalam wawancaranya di acara radio El Larguero, Chicharito diminta membandingkan Ancelotti dengan Van Gaal.

"Mereka sangat berbeda. Ancelotti lebih banyak berkomunikasi dengan kami. Dia lebih santai. Van Gaal menyukai banyak rutinitas dan jadwal yang selalu sama. Dia sangat keras dan disiplin. Ancelotti lebih seperti Ferguson, dia memberikan Anda lebih banyak kebebasan," ungkap Chicharito.

Berkat penampilan impresifnya tersebut, Ancelotti kabarnya bakal mempermanenkan status kepemilikan Chicharito. Ancelotti akan memutuskannya pada akhir musim ini.

Soal itu, Chicharito menyerahkan sepenuhnya kepada agennya. "Agenku ada untuk hal-hal tersebut. Tidak ada pembicaraan soal masa depanku saat aku tidak bermain. Kini, aku berada di dalam sebuah tim," ujarnya.

"Namun, aku tidak tahu apa yang terjadi besok. Mungkin esok, hal tersebut bakal diumumkan bahwa aku bergabung dengan Madrid atau klub lain. Aku berada di klub terbaik dunia. Masa depanku adalah hal terakhir yang ada di pikiranku saat ini. AKu hanya ingin menikmatinya saat ini," sambungnya.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber ESPN FC
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.