Lagi, Parma Dihukum Pemotongan Empat Poin

Kompas.com - 17/04/2015, 04:59 WIB
AFP/GIUSEPPE CACACE Gelandang Parma Cristobal Jorquera (kiri) berebut bola dengan gelandang Juventus Kingsley Coman dalam laga Serie-A di Ennio Tardini, Sabtu (11/4/2015).
KOMPAS.com - Parma kembali mendapat hukuman pemotongan poin karena tersangkut masalah finansial. Poin klub yang bulan lalu secara resmi dinyatakan bangkrut ini dipotong empat, yang membuat mereka nyaris mustahil selamat dari degradasi.

Ini untuk kedua kalinya The Ducali mendapatkan hukuman tersebut sepanjang musim 2014-15. Pemotongan pertama terjadi karena klub tak mampu membayar gaji para pemainnya sejak Juli tahun lalu.

Memang, Parma sedang mengalami krisis keuangan dan mereka dinyatakan bangkrut. Kini, klub tersebut menunggu ada investor yang mau menyelamatkannya minimal hingga akhir musim ini, tetapi belum ada yang mau "membantu" sehingga mereka kembali mendapatkan hukuman karena tak mampu membayar gaji setelah September. Ini berdasarkan perintah FIGC.

Dengan pemotongan empat poin tersebut, maka nilai Parma saat ini menjadi hanya 12. Padahal, di tengah lilitan utang tersebut, para pemain memperlihatkan semangat bermain yang luar biasa sehingga Parma meraih hasil positif di tiga laga terakhir di pentas Serie-A. Setelah menahan imbang Inter Milan, Parma menang atas Udinese dan Juventus.

Nah, dengan demikian Parma hampir pasti terlempar ke Serie-B pada musim depan. Dengan hanya tersisa delapan pertandingan yang memperebutkan total 24 poin, maka Parma maksimal bisa mengumpulkan total 36 poin di akhir musim.

Sementara itu, Atalanta yang berada di peringkat ke-17 atau setingkat di atas batas zona degradasi, saat ini mengumpulkan 29 angka. Tampaknya mustahil bagi Parma memenangi semua laga tersisa untuk menghindari degradasi, apalagi tak ada jaminan poinnya tak dipotong lagi.

Punya opini tentang artikel yang baru Kamu baca? Tulis pendapat Kamu di Bagian Komentar!


EditorAloysius Gonsaga AE
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Close Ads X