Kompas.com - 17/04/2015, 03:44 WIB
Ilustrasi uang SHUTTERSTOCKIlustrasi uang
EditorAloysius Gonsaga AE
KOMPAS.com - Penundaan Indonesia Super League (ISL) memberikan dampak bagi klub. Mereka harus mengeluarkan dana ekstra untuk menjaga keutuhan tim.

Masalah pelik ini juga dialami Gresik United yang mengakui menderita kerugian hampir Rp 1,5 miliar. Kerugian tersebut digunakan untuk menutup biaya operasional tim mulai gaji pemain, akomodasi, konsumsi, transportasi, dan beberapa hal lain.

"Apalagi sekarang molor lagi dua minggu. Kami terpaksa harus melakukan pembayaran ekstra selama sebulan," keluh Hendra Febry, bendahara Gresik United.

Dari kerugian sebesar itu, porsi terbanyak memang untuk menggaji pemain yang berjumlah 28 orang.

"Dari jumlah pengeluaran tersebut sekitar 60 persennya untuk membayar gaji pemain," tambah Hendra.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X