BOPI Masih Tak Izinkan Persebaya dan Arema Main

Kompas.com - 07/04/2015, 16:44 WIB
Spanduk berisi kecaman untuk BOPI, yang dibentangkan Aremania saat laga perdana kompetisi QNB League 2015, antara Arema melewan Persija Jakarta, Sabtu (4/4/2015). KOMPAS.com/Yatimul AinunSpanduk berisi kecaman untuk BOPI, yang dibentangkan Aremania saat laga perdana kompetisi QNB League 2015, antara Arema melewan Persija Jakarta, Sabtu (4/4/2015).
|
EditorOkky Herman Dilaga
JAKARTA, KOMPAS.com - Badan Olahraga Profesional Indonesia (BOPI) menjelaskan hasil Rapat Kerja dengan Komisi X DPR RI, Senin (6/4/2015). BOPI menegaskan, Persebaya Surabaya dan Arema Cronus belum mendapat rekomendasi untuk mengikuti kompetisi Indonesia Super League (ISL) 2015.

Alasannya, belum memenuhi kriteria legalitas. Menurut Ketua Umum BOPI, Noor Aman, pada raker kemarin, ada sejumlah catatan rekomendasi, salah satunya adalah keikutsertaan Persebaya dan Arema di ISL 2015.

"Namun, perlu digarisbawahi kata dipertimbangkan dalam catatan raker kemarin adalah sebuah pertimbangan rapat untuk diputuskan oleh BOPI," jelas Noor, Selasa (7/4/2015). "Jadi, sampai sekarang kedua klub tersebut tetap tidak diperbolehkan main."

BOPI tidak memberikan rekomendasi kepada Persebaya dan Arema sebelum kompetisi ISL bergulir. Pada kenyataannya, kedua klub tidak menghiraukan keputusan BOPI. Mereka tetap bertanding pada akhir pekan lalu. Persebaya melawan Mitra Kukar dan Arema menghadapi Persija Jakarta.

"Keputusan BOPI yang kemarin tetap berlaku. Kecuali dalam waktu dekat ini, mereka sanggup menyelesaikan permasalahan mereka sesuai amanah rapat kemarin," tutur Noor.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X