Kompas.com - 06/04/2015, 19:08 WIB
Deputi V Bidang Harmonisasi dan Kemitraan, Gatot S. Dewa Broto, saat memberikan keterangan kepada wartawan di Gedung Kemenpora, Jakarta, Selasa (18/11/2014). KOMPAS.com/Yohanes Debritho NeonnubDeputi V Bidang Harmonisasi dan Kemitraan, Gatot S. Dewa Broto, saat memberikan keterangan kepada wartawan di Gedung Kemenpora, Jakarta, Selasa (18/11/2014).
|
EditorOkky Herman Dilaga
JAKARTA, KOMPAS.com - Deputi V Bidang Harmonisasi dan Kemitraan Kemenpora, Gatot S Dewa Broto, menyiapkan sanksi kepada Persija Jakarta dan Mitra Kukar karena dianggap mengabaikan keputusan BOPI dengan bertanding melawan Arema Cronus dan Persebaya Surabaya.

Berdasarkan keputusan BOPI, Arema dan Persebaya, tidak bisa mengikuti kompetisi Indonesia Super League (ISL) 2015. Namun, kedua tim tetap menggelar pertandingan melawan Persija dan Mitra Kukar.

"Kami sudah sampaikan keputusan BOPI kepada klub. Namun, mereka melanggarnya. Kami akan siapkan sanksi nantinya," kata Gatot.

Sementara itu, pelatih Persija Jakarta, Rahmad Darmawan, tak mau memikirkan sanksi yang bakal dijatuhkan Kemenpora kepada klubnya. Rahmad mengatakan, dia hanya ingin mengurusi persoalan tim di lapangan.

"Sebagai pelatih, saya hanya mengurusi tim. Soal itu bukan wewenang saya," kata Rahmad.

Persija pada laga perdana menahan imbang Arema dengan skor 4-4. Sementara Mitra Kukar menelan kekalahan 0-1 dari Persebaya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.