Komisi X DPR Ikut Merespons Putusan BOPI

Kompas.com - 02/04/2015, 15:50 WIB
Logo Indonesia Super League (ISL) 2015. Dok. PT Liga IndonesiaLogo Indonesia Super League (ISL) 2015.
|
EditorJalu Wisnu Wirajati

KOMPAS.com — Ketua Komisi X DPR Teuku Riefky Harsya mengkritik keputusan Badan Olahraga Profesional Indonesia (BOPI) soal verifikasi klub untuk ISL 2015. Dia pun berencana mempertanyakan keputusan tersebut dalam rapat kerja dengan Menpora.

Seperti diketahui, pada Rabu (1/4/2015), BOPI mengumumkan hasil verifikasi klub-klub ISL. Arema Chronus dan Persebaya Surabaya tidak mendapat rekomendasi untuk mengarungi kompetisi.

Teuku pun mengacu pada Pasal 74 ayat 2 Undang-Undang Nomor 42 Tahun 2014 juncto Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2014 tentang MPR, DPR, DPD, dan DPRD (MD3). Di dalam pasal tersebut tertulis bahwa setiap pejabat negara, pejabat pemerintah, badan hukum, warga negara, atau penduduk wajib menindaklanjuti rekomendasi DPR.

"Komisi X DPR akan mempertanyakan putusan BOPI dalam rapat kerja dengan Menpora RI yang akan kami gelar minggu depan," ujar Teuku.

"Semestinya BOPI, sebagai lembaga mandiri yang dibentuk pemerintah, menghormati dan menindaklanjuti rekomendasi Komisi X dalam RDPU (rapat dengar pendapat umum) pada 26 Maret 2015," tambahnya.

Menurut Teuku, Komisi X DPR RI telah menekankan, pelaksanaan kick-off ISL harus diikuti oleh 18 tim.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terpopuler

komentar di artikel lainnya
Close Ads X