Kompas.com - 01/04/2015, 08:04 WIB
Ilija Spasojevic usai menandatangani kontrak bersama Persib Bandung, Selasa (24/3/2015). TRIBUN JABAR/MAULANA YUDHAIlija Spasojevic usai menandatangani kontrak bersama Persib Bandung, Selasa (24/3/2015).
|
EditorAloysius Gonsaga AE
JAKARTA, KOMPAS.com - Penyerang Ilija Spasojevic merasa berjodoh dengan Persib Bandung. Ia pun berharap bisa lama membela Maung Bandung. Hal tersebut diungkapkan Spaso dalam wawancara eksklusif dengan reporter Kompas.com, Ferril Dennys, di mes Persib, di Bandung, Minggu (29/3/2015).

Ya, Spaso memang sempat menjadi target Persib. Namun, pemain asal Montenegro tersebut lebih memilih bergabung dengan Pelita Bandung Raya (PBR). Lantaran masalah finansial yang dialami PBR, Spaso akhirnya meninggalkan klub tersebut, 

Ia memutuskan bergabung dengan Persib pada Senin (25/3/2015). Spaso sekaligus mengakhiri perburuan penyerang asing setelah sempat menyeleksi 15 pemain yang tidak ada satu pun sesuai dengan kriteria pelatih Djadjang Nurdjaman.

Bomber berusia 27 tahun tersebut mampu beradaptasi dengan cepat bersama Pangeran Biru. Spaso menunjukkan hal tersebut saat menciptakan hat-trick yang membuat Maung Bandung menang 11-0 atas UNI pada laga uji coba di Lapangan Pusdikpom Cimahi, Senin (30/3/2015).

Lalu apa target Spaso bersama Persib? Berikut petikan wawancara Spaso dengan Kompas.com:

Kenapa Anda tidak langsung memilih Persib?

Sebenarnya, saya ingin langsung pilih Persib. Cuma waktu itu Persib memprioritaskan pemain lain. Saya menunggu kepastian selama satu minggu. Ada beberapa tawaran dari beberapa klub lain dari ISL. Saya kasih batas waktu ke Persib karena PBR tidak mau menunggu lama.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Saya delay sedikit karena saya tahu dari media bahwa Persib inginkan saya jika tidak dapatkan Pacho. Tapi saya tidak ingin disebut sebagai alternatif. Jadi, saya tunggu sedikit demi sedikit tapi Persib incar Pacho (Kenmogne). Jadi saya pilih ke PBR karena mereka setiap hari menghubungi saya.

Pelatih (Dejan Antonic) juga telepon. Mereka memang serius. Tapi saat itu, saya berpikir lain kali saja ke Persib.

Artinya Anda berjodoh dengan Persib?

Iya ternyata jodoh. hahahaha. Di Persib, banyak penyerang yang mengikuti seleksi tidak lolos. PBR juga ada masalah. Jadi pas semua dan sepertinya jodoh.

Apakah prosesnya panjang saat Persib untuk kali kedua merayu Anda untuk bergabung?

Sebenarnya, saya habis latihan dapat telepon dari Pak Djadjang. Dia tanya,"Spaso kamu mau ke sini. Saya tidak bisa dapat striker sampai sekarang. Kamu mau sekarang?" Saya bilang,"Coach saya langsung ke sana." Dari kemarin, saya mau ke Persib tapi tidak ada yang menghubungi saya. Tidak pernah.

Pertama kali pada Jumat (20/3/2015) sore habis latihan saya lihat call dari Pak Djadjang. Saya sudah putuskan oke. Jadi saya tidak ikut latihan bersama PBR, Sabtu-nya. Saya sudah putuskan mau ke Persib. Sabtu, Minggu, Senin, saya tidak latihan lagi dengan PBR. Pada hari Selasa, saya mulai latihan di sini (Persib). Hanya dalam lima menit kita deal.

Apakah Anda pernah bertanya kepada pelatih kenapa dia begitu menginginkan Anda?

Ya saya tidak tanya banyak. Saya tahu dari media dan banyak orang bahwa coach Djadjang respek terhadap gaya permainan saya. Saya juga sangat senang punya pelatih bagus seperti dia yang respek kepada saya.

Persib mencoret 15 penyerang asing dan memilih Anda. Apakah itu beban?

Tidak sama sekali.

Apakah kamu terbebani dengan status Persib sebagai juara?

Iya betul. Saya pemain ambisius. Saya mau juara dan berprestasi di Asia. Saya baru berusia 27 tahun. Saya pikir sudah waktunya saat ini.

Saya pikir umur 27 tahun hingga 30 tahun adalah best year bagi pemain bola. Saya akan kerja keras dan fokus seratus persen terhadap sepak bola. Saya akan menjaga pola hidup dan saya menjaga gizi. Saya optimistis bisa mengeluarkan kemampuan terbaik saya.

Adakah pesan khusus dari pelatih kepada Anda?

Pak Djadjang minta saya beradaptasi dengan tim. Pemain lain tanpa penyerang asing sudah bagus sekali. Mereka mampu juara kemarin. Musim ini, mereka juga tampil bagus di Piala AFC. Jadi, saya harus bantu mereka. Saya harus beradaptasi dengan Persib. Bukan Persib yang harus beradaptasi dengan saya.

Yang dinginkan pelatih terhadap permainan kamu di lapangan?  

Semua penyerang ingin cetak gol. Tapi saya tidak pernah pikir bahwa hari ini harus cetak gol. Tidak pernah. Itu tidak profesional. Yang saya pikirkan adalah hari ini saya harus membantu teman-teman. Saya harus jadi tembok untuk umpan satu-dua. Kalau ada crossing, saya harus di tengah. Kalau gol, itu datang sendiri.

Yang saya rasakan Persib memiliki pemain luar biasa. Saya enjoy bermain. Semua pemain langsung mengerti permainan dan kemampuan saya. Saya memang optimistis.

Dengan demikian, Persib sudah memiliki kekuatan cukup untuk mempertahankan gelar juara?

Iyah saya percaya. Tim sebesar Persib, harus berjuang untuk juara. Bukan berjuang untuk lima besar atau tiga besar. Persib harus berjuang untuk juara.

Anda pernah malang melintang di sejumlah klub seperti Bali Devata, PSM Makassar, Mitra Kukar, dan Putra Samarinda. Anda juga merasakan bagimana membela klub yang terkendala finansial. Saat ini, Anda membela Persib yang memiliki finansial yang kuat. Apakah Persib bakal menjadi klub terakhirmu?

Saya belum tahu. Umur saya masih 27 tahun. Contoh di Bali Devata, saya tidak pernah pergi, tak ada masalah finansial. PSM Makassar, saya pernah tidak gajian selama 4 bulan. Namun, saya dua tahun di sana.

Kenapa saya pergi dari PBR? Saya sudah tidak percaya lagi. Saya tidak tahu mungkin ini nasib yah. Saya bukan pemain yang pergi karena finansial. Bukan. Waktu itu, Persib menghubungi dan tiga klub ISL lain, saya tidak pergi.

Meskipun Persib mengalami masalah finansial atau tidak, saya akan pergi ke Persib. Soalnya, semua pemain profesional di Indonesia mau main di tim sebesar Persib. Jadi saya bicara dengan Dejan dan dia fair.

Saya bilang ke dia bahwa saya ambisius. Persib telepon, tak bisa saya tak ke sana. Dia mengerti dan bilang good luck.

Kalau Persib klub terakhir, mudah-mudahan. Saya sangat senang bisa lama di Persib. Kalau bisa tetap di Persib sampai akhir karier, luar biasa sekali. Saya pikir Persib adalah klub top dan besar. Jadi saya harus menunjukkan kemampuan. Saya pasti senang kalau bisa main 10 tahun di sini.

Bagaimana peta persaingan Indonesia Super League 2015?

Menurut saya, kami harus mempertahankan juara. Kami punya pemain bagus dan kami punya peluang besar untuk juara. Mungkin selain kami, ada Arema, Persipura, dan Sriwijaya. Mereka adalah tim kuat.

Siapa sosok yang membawa kamu ke Indonesia?

Waktu saya main di Dinamo Tbilisi. Saya bermain 2,5 tahun dan mencetak 30 gol. Juara liga, piala, dan super piala. Waktu itu, pelatih Timnas Georgia adalh Petar Segrt. Jadi, dia selalu nonton Liga Georgia.

Saat dia melatih Bali Devata, dia telepon saya. Dia butuh target man. Akhirnya saya datang ke Bali Devata. Saya kemudian ke PSM Makassar bersama dia.

Setelah itu, saya ke Mitra Kukar, Pusam Samarinda, dan PBR. Di PBR belum ada gol resmi karena ISL belum jalan. Ternyata jodoh saya Persib bro.

Kalau jodoh susah diceraikan loh?

hahaha... Semoga saya bisa lama di sini. Namun, kita tahu di Indonesia pemain asing datang dan pergi.

Apakah yang membuat kamu betah di Indonesia?

Semua. Di sini orangnya senang dan friendly. Cuaca bagus di sini. Saya juga senang nasi goreng dari awal.

Oke, terima kasih atas waktunya dan good luck bersama Persib.

Sama-sama bro...Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Semifinal Indonesia Open: Jelang Lawan Jonatan, Axelsen Kirim Pujian

Semifinal Indonesia Open: Jelang Lawan Jonatan, Axelsen Kirim Pujian

Badminton
Chelsea Vs Man United: 3 Pilar Tumbang, The Blues Dipastikan Pincang

Chelsea Vs Man United: 3 Pilar Tumbang, The Blues Dipastikan Pincang

Liga Inggris
Borobudur Marathon 2021: 48 Detik Berbuah Rp 10 Juta dari Ganjar

Borobudur Marathon 2021: 48 Detik Berbuah Rp 10 Juta dari Ganjar

Sports
Mancini soal Potensi Lawan Portugal di Playoff Piala Dunia: Kami Ingin Menghindari Mereka...

Mancini soal Potensi Lawan Portugal di Playoff Piala Dunia: Kami Ingin Menghindari Mereka...

Internasional
Skenario Terburuk Italia di Playoff Piala Dunia: Lawan Ronaldo Tanpa 5 Pemain Inti!

Skenario Terburuk Italia di Playoff Piala Dunia: Lawan Ronaldo Tanpa 5 Pemain Inti!

Internasional
Jadwal dan Link Live Streaming Indonesia Open 2021: Greysia/Apriyani Main di Partai Kelima

Jadwal dan Link Live Streaming Indonesia Open 2021: Greysia/Apriyani Main di Partai Kelima

Badminton
Berapa Tinggi Ring Basket Standar Internasional?

Berapa Tinggi Ring Basket Standar Internasional?

Sports
Keuntungan Portugal jika Harus Lawan Italia di Final Playoff Piala Dunia

Keuntungan Portugal jika Harus Lawan Italia di Final Playoff Piala Dunia

Internasional
Indonesia Open: Marcus/Kevin Unggul 'Head to Head' atas Wakil India, tetapi...

Indonesia Open: Marcus/Kevin Unggul "Head to Head" atas Wakil India, tetapi...

Badminton
Fajar/Rian Absen di BWF World Tour Finals, Marcus/Kevin Pastikan Ranking 1

Fajar/Rian Absen di BWF World Tour Finals, Marcus/Kevin Pastikan Ranking 1

Badminton
Gebrakan Gerrard di Aston Villa: Ikuti Pendekatan Klopp, Bikin Akun Instagram “Rahasia”

Gebrakan Gerrard di Aston Villa: Ikuti Pendekatan Klopp, Bikin Akun Instagram “Rahasia”

Liga Inggris
Semifinal Indonesia Open 2021: Dominasi Greysia/Apriyani atas Wakil Thailand

Semifinal Indonesia Open 2021: Dominasi Greysia/Apriyani atas Wakil Thailand

Badminton
Profil Agus Prayogo, Atlet Lari Jarak Jauh Indonesia dengan Segudang Prestasi

Profil Agus Prayogo, Atlet Lari Jarak Jauh Indonesia dengan Segudang Prestasi

Sports
Menuju Man United, Daya Tarik Rangnick Lebih dari Sekadar Pelatih Interim dan Konsultan

Menuju Man United, Daya Tarik Rangnick Lebih dari Sekadar Pelatih Interim dan Konsultan

Liga Inggris
Rekor Duel Jonatan Christie Vs Axelsen: Kans Jojo Raih Tiket Final Indonesia Open

Rekor Duel Jonatan Christie Vs Axelsen: Kans Jojo Raih Tiket Final Indonesia Open

Badminton
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.