Danny Welbeck dan Ironi Pemain Akademi (1)

Kompas.com - 17/03/2015, 16:03 WIB
Penyerang Arsenal Danny Welbeck (kanan) melepaskan tembakan yang berujung gol pada pertandingan perempat final Piala FA melawan Manchester United, di Old Trafford, Senin (9/3/2015). Dengan gol tersebut, Welbeck Welbeck membuat mantan klubnya itu kalah 1-2. AFP PHOTO / OLI SCARFFPenyerang Arsenal Danny Welbeck (kanan) melepaskan tembakan yang berujung gol pada pertandingan perempat final Piala FA melawan Manchester United, di Old Trafford, Senin (9/3/2015). Dengan gol tersebut, Welbeck Welbeck membuat mantan klubnya itu kalah 1-2.
EditorTjatur Wiharyo
Oleh: Viriya Paramita
Penulis adalah penggemar sepak bola, tinggal di Jakarta. Penulis bisa dihubungi melalui email viriya_71@hotmail.com

KOMPAS.com - Enam bocah dari akademi Manchester United memperhatikan dengan saksama. Ruud van Nistelrooy sedang memberi contoh, mengajarkan bagaimana melakukan teknik “Roller Coaster” dengan baik. Secara teori, mudah saja. Geser sedikit bola ke arah kiri, lalu saat lawan coba menerjang, tarik bola sembari berputar menjauh ke kanan.

Namun, dalam praktiknya tak semudah itu. Nistelrooy memanggil bocah yang paling tinggi di antara rekan-rekannya untuk maju dan menjajalnya sendiri. Percobaan pertama, gagal. Bolanya tersangkut di kaki dan tertinggal di belakang.

“Tak apa. Kau baru sekali mencoba. Sekarang, coba lagi,” kata Nistelrooy.

“Dengar, ini penting. Banyak hal bisa berjalan dengan salah, karena kau tak bisa jadi sempurna di tiap pertandingan. Kau akan membuat kesalahan. Tapi jangan pedulikan itu. Setelah kau membuat kesalahan, segera lupakan, lalu coba lagi dan lagi. Jangan pernah berhenti mencoba.”

Tersenyum kecil, sang bocah mencoba sekali lagi. Kali ini sukses. Ia melewati Nistelrooy lalu menceploskan bola ke gawang kosong. “Bagus,” kata Nistelrooy.

Nama bocah itu adalah Danny Welbeck.

Adegan ini terekam dalam video Play Like Champions yang dirilis United pada 2003. Tak hanya Nistelrooy, beberapa pemain senior United lainnya ikut turun tangan langsung melatih para bocah akademi. Ada Ryan Giggs, Paul Scholes dan juga Roy Keane. Dengan begitu, diharapkan para bocah akademi dapat menyerap ilmu langsung dari para pemain top United dan tumbuh jadi pemain besar di kemudian hari.

Kira-kira lima tahun berselang, Welbeck berhasil menembus tim utama. Ia melakoni debut resmi untuk United pada 23 September 2008 melawan Middlesbrough di Piala Liga. Namun, namanya baru benar-benar mencuat kala ia menjalani debut di Liga Inggris melawan Stoke City dua bulan berselang.

Pada menit ke-84, Welbeck mencetak gol melalui tendangan keras dari jarak sekitar 27 meter. Nama Welbeck bergaung keras di Old Trafford. Para pendukung United yakin, bintang baru telah lahir malam itu.

Tak ada yang menyangka, selewat hampir tujuh tahun kemudian ceritanya telah berbeda. Pada 9 Maret 2015, Welbeck berjalan masuk ke Old Trafford untuk menjalani babak perempat final Piala Fa dengan seragam Arsenal, melawan United.

Pada awal musim 2014/2015, Welbeck tersingkir dari United karena kedatangan pelatih baru Louis van Gaal. Ia dianggap kalah kualitas dibanding barisan penyerang top United lainnya seperti Wayne Rooney, Robin van Persie dan Radamel Falcao.

Halaman:
Baca tentang
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X