Dianggap Tak Harmonis di MU, Van Gaal Terkenang AZ Alkmaar

Kompas.com - 15/03/2015, 19:39 WIB
Salah satu ekspresi pelatih Manchester United Louis van Gaal ketika menyaksikan anak-anak didiknya melakoni pertandingan putaran kelima Piala FA melawan Preston North End, di Deepdale, Senin (16/2/2015). Laga itu berakhir 3-1 untuk MU. AFP PHOTO / OLI SCARFF Salah satu ekspresi pelatih Manchester United Louis van Gaal ketika menyaksikan anak-anak didiknya melakoni pertandingan putaran kelima Piala FA melawan Preston North End, di Deepdale, Senin (16/2/2015). Laga itu berakhir 3-1 untuk MU.
|
EditorJalu Wisnu Wirajati
MANCHESTER, KOMPAS.com - Manajer Louis van Gaal merasa dirnya mendapatkan dukungan dari pemain dalam memimpin Manchester United. Namun, Van Gaal juga mengaku akan mundur seandainya pemain tidak memercayainya.

"Saat saya pikir keterikatan antara pemain dan manajer tidak cukup bagus, maka saya pergi. Ini musim pertama saya berada di sini dan saya masih bisa meraih gelar tetapi itu mungkin akan menjadi milik Chelsea. Apa yang kami lakukan adalah melanjutkan proses kami. Namun, kami telah berada di empat besar lebih lama daripada Arsenal. Itu fakta," kata Van Gaal.

Van Gaal disebut-sebut tidak harmonis dengan sejumlah pemain. Legenda sepak bola Belanda, Willem van Hanagem, mengaku benci dengan sikap Van Gaal yang tidak menghormati Ryan Giggs. Ia juga mengkritik cara Van Gaal memperlakukan Radamel Falcao dan Angel Di Maria. 

"Falcao telah membuktikan dalam beberapa tahun terakhir bahwa dia adalah salah satu pemain terbaik dunia. Namun, di United, dia diperlakukan seperti pemain yang dikontrak oleh klub divisi keempat," kata Van Hanagem. 

"Saya bisa melihat ada beberapa pemain yang tidak bahagia di United. Di Maria adalah salah satu pemain penting di Madrid. Di Piala Dunia, dia adalah pemain terbaik untuk Argentina. Namun di MU, dia sering kali tidak mampu mengumpan lebih dari 25 meter," lanjut dia. 

Kendati demikian, Van Gaal merasa kritik Van Hanagem itu tak beralasan. "Saat saya melihat keterikatan antara diri saya dan pemain saya, maka saya tidak meragukan apapun. Tentunya, kami merasakan momen mengecewakan tetapi kami bisa bertahan dan kami lolos ke Liga Champions," kata Van Gaal. 

Mantan pelatih timnas Belanda itu bahkan optimistis bisa meraih hasil positif bersama MU. Dia pun terkenang dengan pengalamannya melatih AZ Alkmaar pada 2005 hingga 2009. 

"Saya ingat saat membesut AZ, sebuah klub sangat kecil di Belanda. Pada musim pertama saya, kami berada di peringkat kedua. Pada musim kedua, kami berada di peringkat ketiga dan pada musim ketiga finis di peringkat ke-11. Saya mengatakan kepada pemain bahwa saya akan pergi. Namun, pemain datang ke rumah untuk meminta saya bertahan dan dewan juga menginginkan hal yang sama. Jadi, saya katakan,'Okay'. Hasilnya, kami juara pada tahun keempat saya," beber pelatih yang membawa AZ juara pada 2008-09.  



Sumber Goal
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Barcelona Vs Athletic Bilbao, Tim Lawan Antisipasi Kehadiran Lionel Messi

Barcelona Vs Athletic Bilbao, Tim Lawan Antisipasi Kehadiran Lionel Messi

Liga Spanyol
Inter Milan Vs Juventus: Relasi Conte-Pirlo, dari Bertemu Jodoh sampai Dilempar Botol

Inter Milan Vs Juventus: Relasi Conte-Pirlo, dari Bertemu Jodoh sampai Dilempar Botol

Liga Italia
Hasil NBA - James Harden Cetak Triple Double dalam Debut bareng Nets

Hasil NBA - James Harden Cetak Triple Double dalam Debut bareng Nets

Sports
Ronaldo: Laga Inter Milan Vs Juventus Bukan Penentu Scudetto

Ronaldo: Laga Inter Milan Vs Juventus Bukan Penentu Scudetto

Sports
Final Thailand Open - Takluk dari Wakil Thailand, Praveen/Melati Gagal Jadi Juara

Final Thailand Open - Takluk dari Wakil Thailand, Praveen/Melati Gagal Jadi Juara

Badminton
Prediksi Susunan Pemain Liverpool Vs Man United, Edinson Cavani Starter?

Prediksi Susunan Pemain Liverpool Vs Man United, Edinson Cavani Starter?

Liga Inggris
Barcelona Vs Athletic Bilbao, Rekor Lionel Messi dalam Ancaman

Barcelona Vs Athletic Bilbao, Rekor Lionel Messi dalam Ancaman

Liga Lain
Fokus ke Crystal Palace, Guardiola Tak Peduli Hasil Liverpool Vs Man United

Fokus ke Crystal Palace, Guardiola Tak Peduli Hasil Liverpool Vs Man United

Sports
Bos UFC: Khabib Nurmagomedov Siap Bertarung Lagi, dengan Syarat...

Bos UFC: Khabib Nurmagomedov Siap Bertarung Lagi, dengan Syarat...

Sports
Panaskan Duel Inter Milan Vs Juventus, Ronaldo Seret Nama Real Madrid

Panaskan Duel Inter Milan Vs Juventus, Ronaldo Seret Nama Real Madrid

Sports
Sepak Bola Tak Masuk Daftar 17 Cabor Prioritas Vaksin Covid-19, Ini Kata Sesmenpora

Sepak Bola Tak Masuk Daftar 17 Cabor Prioritas Vaksin Covid-19, Ini Kata Sesmenpora

Liga Indonesia
Inter Milan Vs Juventus, Resep Pirlo untuk Hentikan Laju Bek Tajam Nerazzurri

Inter Milan Vs Juventus, Resep Pirlo untuk Hentikan Laju Bek Tajam Nerazzurri

Sports
Link Live Streaming Final Thailand Open, Rekor Greysia/Apriyani Vs Jongkolphan/Rawinda

Link Live Streaming Final Thailand Open, Rekor Greysia/Apriyani Vs Jongkolphan/Rawinda

Badminton
Hasil UFC, Max Holloway Buat Wajah Lawan Penuh Darah dengan 445 Pukulan

Hasil UFC, Max Holloway Buat Wajah Lawan Penuh Darah dengan 445 Pukulan

Sports
Jaga Jarak Saat Selebrasi, Skuad Leicester Jadi Teladan Premier League

Jaga Jarak Saat Selebrasi, Skuad Leicester Jadi Teladan Premier League

Liga Inggris
komentar di artikel lainnya
Close Ads X